Jakarta, CNN Indonesia --
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) meluncurkan Exobot, mobil listrik startup Ceer, perusahaan otomotif nasional Arab Saudi, Senin (21/9).
MBS, yang juga menjabat Perdana Menteri dan Ketua Dewan Direksi Public Investment Fund (PIF), menyebut peluncuran ini sebagai tonggak strategi diversifikasi ekonomi Arab Saudi dari minyak menuju industri, sejalan dengan Visi Saudi 2030.
"Peluncuran kendaraan pertama Ceer merupakan langkah maju lain dalam perjalanan Arab Saudi membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan sejahtera," kata Pangeran Mohammed, dikutip rilis resmi Ceer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini semakin menjadikan sektor otomotif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, melalui penarikan investasi, pemberdayaan talenta nasional, dan perluasan peran sektor swasta untuk semakin memosisikan Arab Saudi menjadi pusat regional dan global terkemuka bagi industri ini," ujar dia lagi.
Exobot terdiri dari dua model, sedan dan SUV, yang akan dijual di Arab Saudi pada awal 2027. Ceer berencana merilis tujuh model dalam lima tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi kendaraan Ceer bakal dilakukan di Ceer Manufacturing Complex (CMC), yang dikatakan fasilitas otomotif terbesar di Timur Tengah.
Ceer diproyeksikan menyumbang US$8 miliar atau setara Rp142,3 triliun (kurs Rp17.788) ke PDB Arab Saudi, dan US$21 miliar atau setara Rp373,5 triliun ke neraca dagang pada 2034.
Kedua model mengusung desain futuristik yang mengingatkan pada mobil di film fiksi ilmiah "Tron". Keduanya dilengkapi pintu gullwing dan tanpa pilar tengah antara kursi depan dan belakang.
Menurut CEO Ceer Jim DeLuca desain seperti itu didukung material berkekuatan tinggi untuk menopang struktur.
"Kami ingin memastikan dunia bisa melihat apa yang mampu dilakukan Arab Saudi," kata DeLuca, diberitakan Reuters, Senin (21/9).
Peluncuran Exobot dilakukan saat terjadi gejolak besar dalam industri mobil, seiring pabrikan China merebut yang pangsa pasar dari rival tradisional dan memimpin pengembangan mobil listrik.
Pilihan Redaksi
- Nevo Q05 Mulai Distribusi ke Konsumen, Harga Naik Rp40 Juta
- GIAMM: EV Makin Populer, Bisnis Suku Cadang Masih Menggiurkan
- Diajak Rute Dalam dan Luar Kota, Konsumsi BBM Veloz Hybrid 31,1 Km/L
- Xiaomi Sudah Jual 3 Mobil Listrik di China, yang Mana Masuk Indonesia?
- Platform Jual Beli Mobkas Coba Peruntungan Jual Mobil China
- Penjualan Mobil-Motor Naik, Menkeu Suahasil Sebut Indonesia Resilien
Ceer
Ceer merupakan perusahaan patungan Public Investment Fund dan Foxconn asal Taiwan, yang didukung kekayaan minyak kerajaan.
Ceer bersandar pada Foxconn untuk menyediakan arsitektur elektrik, BMW buat rekayasa teknik, serta jaringan pemasok lokal yang tumbuh seperti Lear dari AS, Shin Young dari Korea, Benteler dari Jerman, dan Fangxin dari China, yang membangun pabrik di Arab Saudi berkat insentif pemerintah.
Lini produk yang awalnya murni EV akan diperluas mencakup plug-in hybrid dan mesin pembakaran untuk mengikuti pergeseran permintaan pasar, kata DeLuca.
Ceer akan meluncurkan lima model mainstream antara 2028 dan 2030, dirancang memenuhi regulasi global agar siap dijual di berbagai pasar, sebelum ekspansi bertahap ke pasar sekitar pada 2028 dan ke seluruh Timur Tengah serta Afrika Utara hingga 2034.
Sejumlah startup EV seperti Fisker, Arrival, dan Lordstown gagal dalam beberapa tahun terakhir, sementara VinFast asal Vietnam, tempat DeLuca menjabat CEO, tengah restrukturisasi usai menghabiskan miliaran dolar untuk ekspansi.
"Kami ingin memastikan kami bergerak sangat metodis. Hanya butuh satu kesalahan dan Anda bisa mematikan startup," kata DeLuca.
(fea)