Ramallah (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Palestina pada Sabtu (12/9) menyambut baik Deklarasi New Delhi dalam KTT BRICS ke-18 di India pada 12-13 September, yang menegaskan kembali dukungan terhadap perjuangan Palestina.
Kementerian tersebut secara khusus menyambut baik penolakan pengusiran paksa rakyat Palestina dari tanah mereka, termasuk Yerusalem, seruan mengakhiri pendudukan Israel, dukungan solusi dua negara, dukungan keanggotaan penuh Palestina di PBB, serta dukungan bagi negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan layak berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Palestina juga menyambut baik dukungan deklarasi terhadap UNRWA beserta mandatnya, dan seruan untuk melindungi tempat-tempat suci dan menjamin aksesnya di di Yerusalem, melindungi rakyat Palestina, dan menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza berjalan lancar.
Palestina mengapresiasi sikap-sikap tersebut karena sejalan dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan, seraya menekankan perlunya mewujudlan langkah-langkah praktis dan konkret.
Lebih lanjut, kementerian tersebut juga mendesak masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab hukum dan politik serta berupaya menerapkan serta menegakkan resolusi-resolusi legitimasi internasional dengan menjamin berakhirnya pelanggaran dan kejahatan pendudukan Israel, serta segala bentuk pengusiran paksa, pembangunan permukiman, dan aneksasi.
Kementerian itu juga meminta perlindungan bagi rakyat Palestina dan pemenuhan hak-hak nasional mereka yang sah, terutama hak untuk menentukan nasibnya sendiri.
Pihaknya menegaskan bahwa implementasi sikap dan penegasan kembali yang tercantum dalam deklarasi BRICS India mengharuskan penghentian pendudukan Israel dan pemenuhan hak-hak rakyat Palestina, termasuk pendirian negara mereka yang merdeka dan berdaulat di tanah mereka sendiri, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Sumber: WAFA
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.