Otoritas Mesir Ungkap Komplotan Penipuan Dokumen Pernikahan Palsu

July 2026 · 2 minute read

Bagikan:

JAKARTA - Otoritas Mesir mengamankan komplotan penipuan yang menerbitkan dokumen pernikahan palsu untuk calon pengantin, yang berhasil meraup lebih dari 500 ribu dolar AS.

Sembilan belas tersangka ditangkap atas dugaan penipuan tersebut, di mana pasangan ditipu untuk membayar sertifikat medis palsu - yang diwajibkan berdasarkan inisiatif kesehatan oleh Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi.

Otoritas Pengawasan Administratif Mesir mengatakan telah mengungkap jaringan kriminal yang mengoperasikan situs web dan akun media sosial yang meniru inisiatif tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Hari Selasa pihak otoritas mengatakan, penyelidik dari unit kejahatan siber mereka, yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Mesir, telah mengidentifikasi 19 tersangka yang diduga terlibat dalam menipu pasangan yang mencari tes medis wajib tersebut, melansir The National (14/7).

Kelompok tersebut dituduh menerbitkan sertifikat palsu dan secara ilegal mengumpulkan biaya pemeriksaan melalui platform online palsu mereka.

Setelah mendapat persetujuan dari jaksa, pihak berwenang menangkap para tersangka dan menggeledah lokasi yang terkait dengan operasi tersebut.

Para penyidik ​​mengatakan mereka telah menyita dokumen palsu yang diduga dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, perangko palsu yang dikaitkan dengan entitas pemerintah dan swasta, serta komputer, perangkat elektronik, dan printer yang diduga digunakan dalam penipuan tersebut.

Otoritas tersebut mengatakan uang tunai, kontrak properti, dan aset lain yang diyakini sebagai hasil dari operasi tersebut telah disita, dengan total nilai diperkirakan mencapai 26 juta pound Mesir (520.000 dolar AS).

Otoritas Pengawasan Administratif mendesak masyarakat untuk hanya menggunakan platform resmi dan yang disetujui saat mengakses layanan pemerintah, dan untuk melaporkan setiap kasus dugaan penipuan daring kepada pihak berwenang yang relevan.

BACA JUGA:


Diketahui, otoritas Mesir memperkenalkan inisiatif presiden untuk memeriksa calon pasangan untuk penyakit tertentu pada Februari 2023.

Pemeriksaan medis tersebut meliputi tes untuk Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Pemeriksaan ini juga mencakup penyakit tidak menular, yaitu diabetes dan tekanan darah tinggi.

Inisiatif ini terbuka untuk warga negara Mesir dan warga asing.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+