Orang tua perketat pengawasan anak cegah pergaulan negatif

September 2026 · 2 minute read

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan pentingnya kolaborasi orang tua dan lintas sektor untuk mencegah para remaja dan pelajar terjerumus dalam kelompok maupun pergaulan negatif yang meresahkan masyarakat.

"Benteng utama pencegahan berada pada peran aktif orang tua di rumah. Orang tua diimbau tidak mengabaikan pergaulan anak-anaknya dan wajib memantau keberadaan serta lingkungan pertemanan mereka," kata Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman di Mataram, Senin.

Pernyataan itu disampaikan setelah adanya aksi pemuda yang membawa senjata tajam (sajam) di ruas jalan titik kawasan pinggir kota, yang meresahkan warga sekitar serta masyarakat secara luas.

Kasus tersebut sangat disayangkan, apalagi para pemuda yang kini sudah diamankan aparat kepolisian itu merupakan para pelajar? bahkan ada yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Untuk itu, wakil wali kota meminta peran aktif orang tua di rumah untuk melakukan pengawasan terhadap pelajar agar tidak mengabaikan pergaulan anak-anaknya dan wajib memantau keberadaan serta lingkungan pertemanan mereka.

"Orang tua tidak boleh mengabaikan pergaulan putra-putrinya di era sekarang. Abai sedikit bisa salah dalam pergaulan dan berdampak pada karakter anak," katanya.

Selain lingkungan keluarga, penanganan kenakalan remaja juga perlu melibat kolaborasi lintas setor serta pilar-pilar pendukung lainnya, antara lain tokoh agama berperan memberikan edukasi spiritual dan moral melalui forum keagamaan serta pengajian agar para remaja tidak mudah terseret tindakan yang memicu keresahan warga.

Kemudian, kepala lingkungan dan RT diharapkan bergerak secara "door to door" atau dari pintu ke pintu untuk menyapa warga sekaligus mendeteksi dini keberadaan anak-anak yang terindikasi masuk ke kelompok atau geng bermasalah.

Baca juga: Pemkot Mataram mengimbau warga aktifkan kembali siskamling

Selain itu, pihak sekolah juga diimbau mendeteksi keberadaan siswa yang terlibat pergaulan menyimpang. Sekolah diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif, namun tetap memberikan teguran keras hingga sanksi skorsing jika peringatan tidak diindahkan.

Terakhir, peran aparat kepolisian dan Satpol PP juga diharapkan mengintensifkan patroli pengawasan dan melakukan tindakan tegas seperti razia di lapangan jika diperlukan untuk memberikan efek jera serta menjaga kondusivitas kota.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Mataram mengingatkan para remaja, khususnya yang masih berstatus pelajar, untuk tidak terprovokasi ikut dalam aksi yang merugikan masa depan mereka sendiri.

"Seluruh elemen masyarakat kami harapkan dapat menjalankan peran dan kewenangan masing-masing demi memutus rantai kenakalan remaja di Kota Mataram," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026