AKURAT.CO Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (29/7/2026). Pertemuan ini menjadi tatap muka pertama kedua pemimpin sejak pecahnya perang melawan Iran, sekaligus momentum penting untuk menunjukkan soliditas hubungan Washington dan Tel Aviv di tengah isu adanya keretakan di antara mereka.
Agenda pertemuan diperkirakan akan didominasi pembahasan mengenai konflik Iran yang memanas sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Selain itu, kedua pemimpin juga akan membahas perluasan kerja sama regional melalui Abraham Accords serta implementasi kesepakatan kerangka kerja antara Israel dan Lebanon pascakonflik dengan Hizbullah.
Sebelum bertolak ke Washington pada Senin (27/7/2026), Netanyahu mengatakan kunjungannya memiliki arti penting bagi keamanan Israel.
"Ini adalah sebuah kehormatan besar, tetapi juga tanggung jawab yang besar," ujar Netanyahu kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa Iran akan menjadi prioritas utama pembahasan dengan Trump.
"Kami akan membahas seluruh agenda, terutama Iran. Tujuan kami tentu menjaga keamanan Israel sekaligus memperluas lingkaran perdamaian di kawasan," katanya.
Netanyahu menyebut pertemuan kali ini merupakan yang kedelapan dengan Trump sejak sang presiden kembali menjabat pada 2025, namun menjadi yang pertama sejak perang Iran dimulai.
Trump dan Netanyahu Hadapi Tekanan Politik
Pertemuan tersebut berlangsung ketika Trump maupun Netanyahu sama-sama menghadapi tekanan politik di dalam negeri.
Netanyahu sedang bersiap menghadapi pemilu di Israel dan dikabarkan mendapat tekanan akibat hubungan yang dinilai tidak lagi seerat sebelumnya dengan Trump.
Di sisi lain, Trump menghadapi desakan untuk mengakhiri perang yang dinilai membebani ekonomi Amerika Serikat, memicu kenaikan harga, dan menjadi isu sensitif menjelang pemilu paruh waktu yang akan digelar November mendatang.
Meski sempat muncul spekulasi mengenai perbedaan pandangan soal Iran, Trump menepis anggapan bahwa dirinya berselisih tajam dengan Netanyahu.
"Kami memang memiliki sedikit perbedaan, tetapi secara keseluruhan kami berada di jalur yang hampir sama," kata Trump kepada wartawan.
Bahas Lebanon hingga Abraham Accords
Selain isu Iran, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump dan Netanyahu juga akan membahas implementasi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Lebanon setelah konflik Israel-Hizbullah, serta upaya memperluas Abraham Accords yang bertujuan mempererat normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab.
Pada hari yang sama, Trump juga dijadwalkan menerima Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih untuk membahas perkembangan perang Ukraina.
Zelensky berada di Washington untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham. Sebelum wafat, Graham diketahui sempat mengunjungi Kyiv dan membantu mendorong tercapainya kesepakatan paket sanksi yang ditujukan kepada negara-negara pembeli minyak, gas, dan komoditas ekspor Rusia.
Sumber: ITV