Museum Patiayam Kudus menggandeng museum di Jateng gelar pameran bersama
Jumat, 28 Agustus 2026 12:45 WIB
Kedinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Abdul Halil saat mengunjungi stand Pameran Temporer Museum Situs Purbakala Patiayam Tahun 2026 dengan tema "Sandhivarta Patiayam, Merangkai Jejak Peradaban, Menyatukan Warisan Budaya" di halaman Museum Patiayam Desa Terban, Kabupaten Kudus, Jateng, jumat (28/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Musuem Patiayam Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) menggelar pameran bersama untuk mengenalkan koleksi sejumlah museum bersejarah di Jateng kepada masyarakat, sebagai salah satu upaya pelestarian dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi muda, Jumat.
Pameran Temporer Museum Situs Purbakala Patiayam Tahun 2026 dengan tema "Sandhivarta Patiayam, Merangkai Jejak Peradaban, Menyatukan Warisan Budaya" itu, berlangsung di halaman Museum Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Abdul Halil di Kudus, Jumat, kehadiran sejumlah museum dan lembaga merupakan sebuah langkah positif untuk memperkuat jejaring, saling mengenalkan potensi, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai sebuah pertemuan dalam ruang pamer. Semoga dari kegiatan ini dapat menumbuhkan gagasan-gagasan baru, program bersama, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama yang semakin kuat dalam upaya pemajuan kebudayaan," ujarnya.
Apalagi, kata dia, di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, tantangan pengelolaan museum bukan hanya bagaimana menjaga koleksi dan warisan budaya secara fisik.
Ia mengatakan tantangan yang lebih besar adalah bagaimana menjadikan warisan tersebut tetap hidup, dipahami, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya oleh generasi muda.
Oleh karena itu, museum perlu terus membuka diri dan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai cara yang inovatif dalam menyampaikan pengetahuan, sehingga mampu menghadirkan pengalaman yang menarik, dan bermakna bagi setiap pengunjung.
"Melalui kegiatan seperti Sandhivarta Patiayam ini, kami ingin membangun semangat bahwa pelestarian kebudayaan bukanlah pekerjaan satu lembaga atau satu daerah saja. Pelestarian membutuhkan pertemuan, dialog, dan kerja sama dari berbagai pihak," ujarnya.
Melalui tema "Merangkai Jejak Peradaban, Menyatukan Warisan Budaya", kata dia, menjadi pengingat bahwa setiap warisan budaya memiliki cerita dan keunikannya masing-masing.
Ia berharap masyarakat, khususnya para pelajar dan generasi muda mau memanfaatkan pameran tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Jangan hanya datang untuk melihat, tetapi datanglah untuk bertanya, berdiskusi, mencari tahu, dan mengambil inspirasi," ujarnya.
Kepada para pengelola museum dan lembaga kebudayaan, Halil mengajak untuk terus berupaya menjadikan museum sebagai ruang yang semakin terbuka, ramah, dan dekat dengan masyarakat.
Ia berharap pameran Temporer "Sandhivarta Patiayam" itu dapat memberikan manfaat, memperkuat semangat kolaborasi, serta menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam menjaga, merawat, dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi yang akan datang.
Dalam pameran tersebut, Musuem Patiayam didukung sejumlah museum di Jawa Tengah. Di antaranya, Museum Rangga Warsita, Balai Pelestarian Kebudayaan Jateng, Museum Jenang, Museum RA Kartini, Museum Masjid Agung Demak, serta Monumen Pers Nasional.
Baca juga: Museum nasional ramaikan pameran temporer "Abirama Purbakala Patiayam"
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.