Mojtaba Khamenei serukan dunia Islam bersatu lawan "musuh sejati"

August 2026 · 2 minute read

Istanbul (ANTARA) -

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan para pemimpin negara Islam untuk bersatu melawan "musuh sejati" bersama, sembari menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai "musuh bebuyutan" persatuan Islam.

"Rekomendasi berulang dan empati saya kepada para pemimpin negara Islam, khususnya di Asia Barat dan kawasan Teluk, adalah supaya mereka dapat melihat musuh sejati, memahami rencana musuh itu, dan melawannya," kata Khamenei dalam pesan yang disampaikan dalam rangka "Pekan Persatuan Islam" pada Minggu.

Sebagaimana disiarkan televisi nasional IRIB, Khamenei menyebut persatuan umat Islam amat penting demi mencapai peradaban Islam yang tercinta dan mendominasi.

"AS dan Israel adalah musuh sejati dari persatuan dan persahabatan ini," kata Khamenei, seraya menegaskan bahwa AS dan Israel tak hanya musuh Iran, tetapi juga musuh seluruh dunia Islam.

Baca juga: Pemimpin Iran dorong produksi domestik, kurangi ketergantungan dolar

Ketegangan di Timur Tengah mengalami eskalasi menyusul serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari yang memicu serangan balasan Iran ke sejumlah negara tetangga di kawasan dengan aset militer AS.

Iran dan AS kemudian menyepakati gencatan senjata pada April, yang disusul dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Juni untuk mengakhiri konflik militer dan mencapai perdamaian langgeng.

Namun demikian, kesepakatan tersebut pupus sejak bulan lalu, dengan Iran dan AS saling serang lagi selama dua pekan sebelum Presiden AS Donald Trump tiba-tiba memerintahkan penghentian serangan dalam rangka mengusahakan kembali dialog demi menghentikan perang.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump klaim Mojtaba Khamenei masih hidup tetapi alami luka parah

Baca juga: Trump: Negosiasi Iran terhambat karena banyak pemimpinnya tewas

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.