CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 06:20 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Di media sosial hingga obrolan sehari-hari, masih banyak beredar anggapan bahwa lele yang melengkung atau meringkuk saat digoreng merupakan tanda ikan tersebut diberi pakan kotoran manusia. Sebaliknya, lele yang tetap lurus saat dimasak dianggap lebih sehat dan dibudidayakan dengan baik.
Lantas, benarkah bentuk lele setelah digoreng bisa menjadi penanda kualitas atau bahkan jenis pakannya?
Pakar budidaya perikanan dari IPB University, Cecilia Eny Indriastuti mengatakan kualitas lele tidak bisa dinilai hanya dari bentuknya setelah digoreng. Konsumen justru perlu memperhatikan kondisi fisik ikan saat membelinya di pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi tubuh lele yang baik adalah proporsional, kepala tidak lebih besar dari badan, tubuh panjang, daging tebal atau tidak kurus, warna hitam cerah, tidak berbau amis, dan teksturnya kenyal," kata Cecilia dikutip dari Detik.
Selain itu, lele segar juga sebaiknya tidak memiliki luka atau cacat pada tubuhnya. Warna kulitnya tampak merata, tidak pucat, dan tidak belang-belang.
Benarkah lele meringkuk karena makan kotoran manusia?
Anggapan bahwa lele yang meringkuk saat digoreng berasal dari kolam yang diberi pakan feses manusia ternyata tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Penjelasan dari platform edukasi kesehatan Tentang Anak menyebutkan bahwa bentuk lele saat digoreng lebih dipengaruhi oleh kondisi tubuh ikan dan proses memasaknya, bukan semata-mata oleh jenis pakan yang dikonsumsi.
Pilihan Redaksi
- 5 Langkah Pemulihan Tubuh Setelah Olahraga agar Makin Optimal
- Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cokelat? Ketahui Batasannya
- Bikin Ingatan Tokcer, Ini 8 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Otak
Secara biologis, sistem pencernaan lele akan memecah makanan yang masuk menjadi molekul-molekul sederhana seperti asam amino dan asam lemak. Artinya, bentuk akhir tubuh ikan tidak secara langsung mencerminkan apa yang pernah dimakannya.
Di sisi lain, feses manusia juga bukan sumber nutrisi yang ideal bagi lele. Sekitar 75 persen komposisi feses manusia terdiri dari air, sedangkan sisanya berupa mikroorganisme, serat, dan sisa metabolisme yang memiliki nilai gizi sangat rendah bagi ikan.
Lele tetap membutuhkan pakan dengan kandungan protein yang cukup agar dapat tumbuh optimal, memiliki daging yang tebal, dan sehat. Jika hanya mengonsumsi pakan yang miskin nutrisi, pertumbuhan lele tidak akan berlangsung dengan baik.
Kenapa lele bisa melengkung saat digoreng?
Bentuk lele yang melengkung saat digoreng lebih mungkin disebabkan oleh faktor teknis selama pengolahan maupun kondisi tubuh ikan.
Lele dengan kandungan lemak lebih tinggi, misalnya, dapat mengalami penyusutan saat digoreng karena lemak mencair ketika terkena suhu tinggi. Proses ini dapat membuat tubuh ikan tampak melengkung atau meringkuk.
Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat memengaruhi bentuk lele ketika dimasak, antara lain:
• Wajan yang digunakan terlalu kecil sehingga tubuh ikan tertekuk selama proses menggoreng.
• Suhu minyak terlalu tinggi sehingga bagian luar matang lebih cepat dibanding bagian dalam.
• Lele terlalu lama disimpan di dalam freezer sebelum dimasak sehingga struktur jaringan daging berubah.
• Kualitas air kolam dan kepadatan ikan selama proses budidaya yang dapat memengaruhi kondisi fisik ikan.
Dengan kata lain, bentuk lele setelah digoreng tidak bisa dijadikan bukti bahwa ikan tersebut diberi pakan kotoran manusia.
Baca selengkapnya di sini.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]