Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dirinya telah menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.
"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Dody di Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan laporan sementara, longsoran teridentifikasi di tiga ruas, yakni Ruteng–Km 210 sebanyak tiga titik, Km 210–Batas Kabupaten Manggarai satu titik, serta Aegela–Batas Kota Ende sebanyak delapan titik.
Untuk menjaga akses tetap fungsional, sejumlah alat berat telah digerakkan, antara lain loader dan excavator pada titik-titik penanganan di wilayah kerja terkait.
Menteri PU Dody Hanggodo dijadwalkan menuju NTT bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga menggunakan pesawat Boeing 737 TNI Angkatan Udara dari Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo pada Sabtu malam.
Keberangkatan Dody bersama rombongan merupakan bagian dari respons cepat pemerintah pusat dalam memastikan penanganan bencana berjalan secara terpadu. Direncanakan rombongan akan membawa amanah bantuan Presiden Prabowo Subianto berupa 50.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak yang akan disalurkan melalui Maumere, NTT.
Baca juga: TNI kerahkan pesawat Hercules-KRI tangani warga terdampak gempa di NTT
Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak. Pemeriksaan dilakukan pada Bendungan Napungete dan Bendungan Waerita di Kabupaten Sikka serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo.
Secara visual, kondisi ketiga bendungan tersebut dilaporkan baik, sementara pemeriksaan lebih detail masih dilakukan oleh tim untuk memastikan kondisi struktur dan komponen pendukung pascagempa.
BBWS Nusa Tenggara II juga menangani dampak gempa pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi (DI) Waelaku di Kabupaten Manggarai Timur. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat kerusakan ringan pada bendung dan longsoran yang menutupi saluran sekunder.
Baca juga: Gempa magnitudo 6,4 guncang Simalungun, BMKG: Tidak berpotensi tsunami
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta unsur terkait lainnya dalam penanganan dampak gempa di NTT. Selain penanganan lapangan, proses pendataan dan verifikasi terhadap kondisi jalan, jembatan, infrastruktur sumber daya air, serta fasilitas publik lainnya masih berlangsung.
Gempa bumi terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB dengan kekuatan magnitudo 7,7 dan pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya tsunami.
Berdasarkan laporan sementara, sejumlah wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka. Proses verifikasi dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur masih terus dilakukan di lapangan.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.