Menteri LH sebut teknisi AC jantung pergerakan industri hijau - ANTARA News Megapolitan

September 2026 · 3 minute read

Kota Bekasi (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyebut profesi teknisi mesin pendingin ruangan (AC), merupakan jantung pergerakan industri hijau atau 'Green Jobs' tanah air.

Hal itu disampaikan Jumhur saat menghadiri puncak peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu.

Dia mengatakan teknisi yang kompeten tidak hanya memastikan ruangan terasa dingin dan hemat listrik, namun dibekali keahlian khusus agar gas pendingin atau refrigerant tidak terlepas dan mencemari udara saat proses pemasangan maupun perawatan.

"Di sinilah letak jantung pergerakan Green Jobs. Peran teknisi AC sangatlah vital. Setiap teknisi yang lulus sertifikasi adalah pahlawan lingkungan sekaligus bukti nyata lahirnya lapangan kerja hijau di Indonesia. Profesi mereka tidak hanya menjaga bumi tetap sejuk, tetapi sekaligus menjadi motor penggerak roda ekonomi keluarga," katanya.

Baca juga: Menteri LH siap beri sanksi paksaan bagi pencemar danau

Kementerian Lingkungan Hidup dalam kesempatan itu menyerahkan bantuan 99 unit alat peraga pelatihan teknologi kepada 14 Balai Besar dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker yang tersebar dari Aceh hingga Sorong, Papua sebagai bentuk investasi nyata terhadap masa depan.

"Penyerahan ini menjadi modal negara melahirkan generasi teknisi hijau berikutnya," ujarnya.

Jumhur mengaku kolaborasi erat bersama Kementerian Ketenagakerjaan telah dilakukan sejak tahun 2017 hingga mampu meletakkan cetak biru penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berwawasan lingkungan, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan momentum Hari Ozon Sedunia 2026 menjadi pelecut untuk mengakselerasi penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya kompeten dan berdaya saing, tetapi juga berwawasan lingkungan.

"Transisi menuju industri yang lebih hijau ini di satu sisi adalah tantangan, tetapi di sisi lain adalah peluang emas untuk penciptaan lapangan kerja baru," ucapnya.

Salah satu wujud nyata yang kini diakselerasi adalah penguatan kompetensi pada sektor 'Refrigeration and Air Conditioning' (RAC) atau industri teknisi pendingin dan AC. Dengan kebutuhan perangkat pendingin mencapai jutaan unit di seluruh Indonesia, sektor jasa servis dan operator RAC memegang peran krusial.

"Para teknisi di lapangan ini sebagai ujung tombak negara dalam memenuhi komitmen global," katanya.

Yassierli menyebut keahlian mereka dalam mencegah kebocoran gas perusak ozon menjadi kunci utama untuk menekan risiko kerusakan atmosfer serta menyukseskan target pengurangan gas Hydrofluorocarbon (HFC) hingga tahun 2045.

"Ke depan, kolaborasi strategis dengan Kementerian Lingkungan Hidup ini tidak hanya berhenti pada standardisasi teknisi AC, melainkan akan diperluas ke berbagai klaster industri hijau lainnya," kata dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.