Mentan berikan beasiswa untuk keluarga ASN korban penembakan di Jayawijaya - ANTARA News Papua Tengah

September 2026 · 4 minute read

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan beasiswa dan santunan kepada tiga keluarga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur ditembak saat menyalurkan bantuan peternakan kepada masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan.

"Hari ini kami sebagai Menteri Pertanian dan seluruh teman-teman, kami memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang ditinggalkan. Insya Allah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp50 juta. Totalnya dengan keluarganya Rp300 juta. Hari ini kita serahkan. Langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap," kata Mentan di Jakarta, Selasa.

Mentan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan para aparatur yang gugur saat menjalankan tugas mendukung pelayanan sektor pertanian di Papua Pegunungan.

Menurut Amran, ketiga ASN yang gugur, yakni Aprida Rapi, Willi Mbuik dan Alfonsius Albinus Mehan saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, merupakan pejuang pangan yang mengabdikan diri untuk memastikan pelayanan pertanian tetap menjangkau wilayah terpencil dan masyarakat membutuhkan.

"Terkhusus kepada keluarga yang terkena musibah, kami atas nama pemerintah dari Kementerian Pertanian mengucapkan belasungkawa, duka cita yang mendalam kepada almarhumah dan almarhum," ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan senilai total Rp300 juta kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka.

Amran mengatakan setiap anak yang ditinggalkan akan menerima beasiswa senilai Rp50 juta sesuai kemampuan pemerintah untuk mendukung kebutuhan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Ia meminta keluarga menyimpan dana beasiswa tersebut sebagai tabungan pendidikan agar anak-anak korban dapat melanjutkan sekolah tanpa terkendala pembiayaan.

Mentan berharap seluruh anak yang ditinggalkan tetap bersemangat menempuh pendidikan sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Selain beasiswa, Kementerian Pertanian juga menyerahkan penghargaan kepada para aparatur yang gugur sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka kepada negara.

Dalam kesempatan itu, Mentan menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang memberikan kesempatan bekerja kepada tiga anak korban yang telah menyelesaikan pendidikan.

Ia mengatakan anak-anak korban yang masih bersekolah akan tetap mendapatkan dukungan pendidikan, sedangkan yang telah memenuhi persyaratan dapat memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan BUMN pangan tersebut.

Mentan menegaskan pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada keluarga aparatur yang gugur dalam menjalankan tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

Menurut dia, dukungan pendidikan dan kesempatan kerja diharapkan dapat membantu keluarga korban melanjutkan kehidupan sekaligus mempersiapkan masa depan anak-anak yang ditinggalkan.

Melalui pemberian beasiswa, santunan, dan dukungan kesempatan kerja, pemerintah berupaya memastikan keluarga aparatur yang gugur tetap memperoleh pendampingan serta perhatian berkelanjutan.

Keluarga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur ditembak saat menyalurkan bantuan peternakan kepada masyarakat di Papua Pegunungan usai diterima Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (22/9/2026). ANTARA/Harianto

Bagi keluarga Afrida Rapi, perhatian tersebut menjadi penguat di tengah masa sulit. Yohanis Tonglo, suami almarhumah Afrida, mengungkapkan bahwa salah satu anaknya sempat berniat berhenti kuliah agar dapat bekerja dan membantu adik-adiknya.

“Anak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, ‘Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.’ Tapi Tuhan ternyata Maha Besar. Tuhan mengirim malaikat kepada kami lewat Pak Dirut untuk menjawab kekhawatiran kami ini,” tutur Yohanis.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran dan Direktur Utama Bulog atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah menaruh perhatian besar kepada kami keluarga korban, khususnya anak-anak kami. Kami sungguh diberikan dukungan yang besar untuk melanjutkan proses pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Minto Mbuik, kakak almarhum Willy Mbuik. Ia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah kepada keluarganya, termasuk kesempatan bekerja di Bulog.

“Ini hal yang tidak kami cari, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi hari ini mungkin cara Tuhan untuk kami keluarga dapatkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut dan Pak Menteri yang hari ini sudah memberi kami berkat,” katanya.

Sementara itu, istri almarhum dokter hewan Alfonsius Mehan, Yurita Galung, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Kementerian Pertanian.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan kalau saya masih diberikan kesehatan dan kekuatan dengan cobaan yang terjadi. Saya ucapkan terima kasih untuk Menteri Pertanian yang boleh mengundang kami, bentuk tali kasih dan kepedulian terhadap kami,” ujar Yurita.

Yurita mengenang suaminya sebagai sosok pekerja keras yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Panggilan sayang saya, Bapak Ciu. Dia sosok pribadi yang sangat baik. Dia orang yang tidak pernah memilih. Siapapun dia akan tolong. Dia pekerja keras. Dia selalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri,” tuturnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan berikan beasiswa keluarga ASN korban penembakan di Jayawijaya

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.