Menko Pangan pastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember - ANTARA News Bangka Belitung

September 2026 · 3 minute read

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 setelah pemerintah menyetujui tambahan alokasi satu juta ton beras untuk periode OktoberDesember.

Tambahan tersebut melanjutkan penyaluran bantuan pangan periode JuliSeptember 2026 yang diberikan sebanyak 10 kilogram (kg) beras per bulan kepada setiap penerima bantuan pangan (PBP).

Jadi Bapak Ibu yang dapat beras ini sampai September 30 kg, akan dapat lagi untuk tiga bulan berikutnya. Oktober, November, Desember. Sudah disetujui Presiden, ini kita tambah, kata Zulhas dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan hal tersebut saat meninjau penyaluran bantuan pangan di Kediri, Jawa Timur, Kamis (10/9). Dalam peninjauan di Balai Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, sebanyak 12.000 kg beras disalurkan kepada 400 PBP.

Penerima bantuan berasal dari warga Desa Gogorante, termasuk pekerja ojek daring dan anak yatim. Setiap penerima memperoleh 30 kg beras sekaligus yang merupakan rapel bantuan masing-masing 10 kg untuk Juli, Agustus, dan September 2026.

Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah mempercepat penyaluran terutama kepada masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 agar bantuan dapat segera diterima pada masa paceklik.

Kebijakan ini sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat. Ada laporan harga beras naik, ada yang sulit beli beras, tidak bisa beli beras, dan seterusnya. Kita sebut ini gerak cepat bantu rakyat, ujar dia.

Menurut Menko Pangan, percepatan bantuan pangan merupakan satu dari empat strategi pemerintah untuk menahan kenaikan harga pangan selama musim paceklik.

Selain bantuan pangan, pemerintah menyiapkan penyaluran satu juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), 150 ribu ton jagung SPHP bagi peternak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelelangan 380 ribu ton beras sebagai bahan baku industri tepung beras dengan harga minimal Rp11.000 per kg.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan kepada 33.244.408 PBP pada periode JuliSeptember 2026.

Penerima bantuan tersebut merupakan masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Masing-masing PBP memperoleh 10 kg beras per bulan sehingga total bantuan untuk tiga bulan mencapai 30 kg.

Pada 5 September 2026, Perum Bulog mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan periode JuliSeptember baru mencapai sekitar 30 persen dari total penugasan 997,2 ribu ton. Pemerintah kemudian meminta penyaluran dirapel 30 kg sekaligus dan dituntaskan pada September.

Berdasarkan data Bulog per 10 September 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan periode JuliSeptember telah mencapai 49,86 persen dari total alokasi sekitar satu juta ton beras untuk 33,2 juta penerima manfaat.

Pewarta: Aria Ananda
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.