Menko Pangan: KDKMP dan MBG saling dukung bangun ekonomi desa

July 2026 · 3 minute read

Blora (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan program makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa kelurahan merah putih (KDKMP) dirancang saling terintegrasi untuk membangun ekosistem pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

"Kebutuhan bahan pangan bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) akan dipenuhi melalui koperasi desa, termasuk pasokan ikan dan komoditas pangan lainnya yang dihasilkan masyarakat," ujar Zulkifli Hasan saat mengunjungi KDKMP Kamolan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut dia, SPPG harus membeli dari koperasi desa, koperasi nelayan, BUMDes, atau usaha yang ada di desa itu dan tidak boleh semuanya dibeli dari distributor besar.

"Pemerintah juga menyiapkan infrastruktur bagi koperasi nelayan merah putih di wilayah pesisir agar hasil tangkapan nelayan dapat disimpan sebelum dipasarkan sehingga tidak dijual dengan harga murah kepada tengkulak," ujarnya.

Sementara itu, koperasi di wilayah daratan akan diperkuat melalui berbagai unit usaha produktif yang mampu memasok kebutuhan Program MBG.

"Harus ada pusat pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Karena itu dibentuk Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan usaha-usaha desa lainnya agar rakyat ikut menikmati pembangunan," ujarnya.

Zulhas mengatakan kedua program tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa dengan memberdayakan masyarakat agar lebih produktif.

Melalui integrasi kedua program itu, pemerintah berharap koperasi dapat mengembangkan usaha perikanan sebagai unit usaha produktif sekaligus menjadi pemasok bahan pangan bergizi bagi SPPG untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.

Baca juga: Mentan: KDMP pangkas rantai distribusi untungkan petani dan konsumen

Baca juga: Menkop pastikan gaji manajer KDKMP ditanggung APBN selama dua tahun

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan desa sebagai aktor utama dalam rantai pasok Program MBG.

"Kamolan menjadi contoh bagaimana program ketahanan pangan bisa langsung terkoneksi dengan kebutuhan Makan Bergizi Gratis. Yang tumbuh bukan hanya produksi ikannya, tetapi juga ekonomi masyarakat desanya," ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan peran koperasi, KDMP Kamolan menerima bantuan tematik budidaya ikan lele sistem bioflok dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pengawas KDMP Kamolan Imam Sofyan mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis koperasi.

"Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis koperasi," ujarnya.

Ia menjelaskan setiap koperasi menerima tiga paket bantuan, masing-masing paket terdiri atas delapan kolam bioflok berbentuk bulat berdiameter sekitar empat meter, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 24 kolam.

"Setiap kolam diisi sekitar 2.500 ekor benih lele berukuran minimal enam sentimeter, sehingga total benih yang diterima koperasi mencapai 60.000 ekor," ujarnya.

Selain kolam, juga mendapatkan bantuan blower untuk aerasi, pompa air, generator set (Genset) sebagai cadangan listrik, serta rumah instalasi.

Menurut dia peralatan tersebut diperlukan karena sistem bioflok menerapkan kepadatan tebar tinggi sehingga membutuhkan suplai oksigen yang stabil.

Imam mengatakan koperasi penerima bantuan diberikan pilihan membudidayakan ikan lele atau nila. Namun, seluruh koperasi penerima di Kabupaten Blora memilih komoditas lele.

"Bantuan juga meliputi pakan awal hingga pakan lanjutan sekitar 5,5 ton, mulai dari pakan PF-1000 hingga pakan yang disesuaikan dengan pertumbuhan ikan," ujarnya.

Baca juga: Menkop: Perpres tata kelola KDKMP atur operasional hingga pembiayaan

Baca juga: Menko Pangan ajak mahasiswa kawal kebijakan lewat dialog terbuka

Baca juga: Kemensos jajaki penyaluran bansos melalui KDMP

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.