Liputan6.com, Jakarta - Keputusan wasit Craig Pawson mengesahkan gol Manchester United dalam laga lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Old Trafford, Minggu (30/8/2026), memicu perdebatan di kalangan suporter.
Momen tersebut terjadi saat Harry Maguire melepaskan tembakan yang berujung pada gol ke gawang Ipswich Town. Dilansir dari BBC, gol tersebut tetap dinyatakan sah meskipun bola sempat mengenai lengan Maguire sebelum pemain bertahan itu melepaskan tendangan.
Secara aturan, gol tidak dapat disahkan jika pemain yang mencetak gol melakukan handball, sekalipun sentuhan tangan tersebut terjadi tanpa kesengajaan. Namun, dalam insiden ini, Maguire bukanlah pencetak gol yang tercatat di papan skor.
Tembakan dari bek Manchester United tersebut sejatinya melenceng jauh dari sasaran sebelum akhirnya membentur bek Ipswich, Jacob Greaves, dan berbelok masuk ke gawang sendiri.
Situasi unik ini membuat gol tersebut secara resmi dicatat sebagai gol bunuh diri Jacob Greaves, bukan atas nama Harry Maguire. Berdasarkan regulasi sepak bola, terdapat tiga kondisi di mana handball tidak sengaja tidak menyebabkan gol dianulir.
Salah satu pengecualian tersebut berlaku apabila tindakan pemain bertahan menyebabkan bola masuk ke gawangnya sendiri, yang menjadi dasar keputusan wasit dalam laga tersebut.
Proses Pengambilan Keputusan VAR
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336113/original/073685700_1788132414-000_C6V27ZW.jpg)
Perbesar
Sebelum mengesahkan gol, wasit Craig Pawson melakukan koordinasi intensif dengan VAR yang dipimpin oleh Jarred Gillett. Komunikasi di antara perangkat pertandingan tersebut memastikan bahwa insiden yang melibatkan Maguire tidak melanggar aturan yang dapat membatalkan gol.
"Ini gol bunuh diri dan handball yang tidak disengaja tidak dapat dihukum. Kami merekomendasikan gol diberikan," ujar Gillett.
Keputusan tersebut sebenarnya masih memiliki celah untuk dianulir jika VAR menilai sentuhan tangan Maguire dilakukan secara sengaja. Namun, karena dianggap tidak disengaja, gol tetap dihitung sebagai keunggulan bagi Manchester United yang akhirnya menutup laga dengan kemenangan telak 5-2, di mana Bruno Fernandes mencetak hattrick.
Kejadian serupa pernah tercatat dalam sejarah Liga Inggris pada Januari 2023 saat Brentford bertemu Liverpool. Kala itu, bola yang tidak sengaja mengenai lengan Ben Mee membentur bek Liverpool, Ibrahima Konate, sebelum masuk ke gawang dan dinyatakan sebagai gol bunuh diri.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Aturan mengenai handball yang dianggap rumit ini kembali memantik diskusi di kalangan para ahli. Mantan kiper Timnas Inggris, Paul Robinson, menilai perangkat pertandingan tidak layak disalahkan karena mereka hanya menjalankan regulasi yang berlaku saat ini. "Sekali lagi kami menjadi korban aturan," ujar Robinson kepada BBC Radio 5 Live. Robinson menambahkan bahwa meskipun wasit telah berlatih keras memahami profesinya, aturan tersebut memang sulit diterima secara logika oleh banyak orang. Ia pun mempertanyakan perubahan regulasi handball yang sudah dilakukan beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, mantan penyerang Ipswich yang kini menjadi pandit Sky Sports, Darren Bent, mengakui bahwa alasan di balik aturan tersebut memang ada, namun tetap merasa keputusan itu sulit diterima. "Harry Maguire secara langsung memengaruhi apa yang terjadi pada bola dan bola akhirnya masuk ke gawang pada momen krusial bagi Ipswich. Jika bola mengenai tangan Anda dan Anda yang secara langsung memengaruhinya, itu memang sulit diterima," kata Bent.