Mengapa Berjalan Kaki setelah Makan Dianjurkan? Ketahui Berbagai Manfaat dan Waktu Idealnya

August 2026 ยท 3 minute read

Bagikan:

YOGYAKARTA - Berjalan kaki adalah aktivitas fisik paling sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan. Belakangang, kebiasaan berjalan kaki setelah makan mulai banyak dianjurkan. Bukan hanya sekadar tren, berbagai penelitian menunjukkan kebiasaan ini memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Lantas apa saja manfaat kesehatan berjalan kaki setelah makan dan berapa lama durasi yang dianjurkan? Dilansir dari Healthline, berikut pembahasannya.

5 Manfaat Berjalan Kaki setelah Makan

Berikut ini sejumlah manfaat berjalan kaki setelah makan berdasarkan harsil penelitian dan rekomendasi ahli kesehatan:

  1. Membantu melancarkan pencernaan

Berjalan kaki dapat merangsang kerja lambung dan usus sehingga makanan bergerak lebih cepat di dalam saluran cerna. Sebuah studi tahun 2021 menunjukkan bahwa berjalan 10-15 menit setelah makan selama 4 minggu mampu menurunkan gejala gangguan pencernaan, seperti kelebihan gas, perut kembung, dan sering bersendawa.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa jalan cepat selama minimal 5 jam (setara dengan 300 menit) per minggu menurunkan risiko kanker pada saluran pencernaan, seperti kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar-rektum, pankreas, kandung empedu, dan hati.

  1. Mengontrol kadar gula darah

Berjalan kaki setelah makan membantu menjaga kestabilan gula darah. Tinjauan penelitian tahun 2023 menyebutkan bahwa berjalan dalam 30 menit setelah makan lebih efektif dibanding sebelum makan. Demikian juga studi kecil tahun 2025 menemukan bahwa jalan 10 menit tepat setelah makan sama efektifnya dengan jalan 30 menit yang dilakukan 30 menit setelah makan.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Aktivitas fisik berkaitan erat dengan kesehatan jantung. Berjalan kaki setelah makan dapat membantu meredakan peradangan serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga teratur memperkecil peluang terkena stroke atau serangan jantung. Dalam hal ini, American Heart Association (AHA) merekomendasikan latihan intensitas sedang selama minimal 150 menit per minggu. Anda bisa mencapainya dengan berjalan kaki selama 10 menit sebanyak tiga kali sehari, selama 5 hari dalam seminggu, khususnya setelah waktu makan.

  1. Menurunkan berat badan

Berjalan kaki membantu membakar kalori sehingga berkontribusi pada defisit kalori harian. Studi tahun 2021 mencatat bahwa berjalan sejauh 1,6 kilometer dapat membakar sekitar 100-112 kalori. Meski demikian, diperlukan data lebih lanjut untuk mengetahui dampak spesifik dari berjalan kaki setelah makan terhadap penurunan berat badan.

  1. Membantu mengatur tekanan darah

Berjalan kaki setelah makan juga berpotensi membantu mengontrol tekanan darah. Sebuah studi pada tahun 2020 yang melibatkan individu yanh kurang aktif secara fisik menunjukkan bahwa memulai program jalan kaki secara rutin mampu menurunkan tekanan darah sistolik, bahkan pada penderita hipertensi yang resisten terhadap pengobatan.

BACA JUGA:


Kemungkinan Efek Samping Berjalan Kaki setelah Makan

Meski memiliki banyak manfaat, berjalan kaki setelah makan dalam beberapa kasus dapat memicu gangguan gastrointestinal, seperti:

Hal ini terjadi karena pergerakan makanan yang baru saja dikonsumsi di dalam lambung dapat menyebabkan kondisi yang kurang optimal untuk proses pencernaan. Apabila Anda mengalami salah satu gejala tersebut, disarankan untuk menunggu 10-15 menit setelah makan sebelum mulai berjalan kaki, dan lakukan dengan intensitas ringan.

Waktu Ideal Berjalan Kaki setelah Makan

Hingga saat ini, belum ada patokan pasti mengenai durasi ideal berjalan kaki setelah makan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa berjalan selama 10 hingga 30 menit sudah cukup untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas ini.

Selain durasi, intensitas juga perlu diperhatikan. Disarankan untuk berjalan dengan kecepatan santai hingga sedang. Pada intensitas ini, detak jantung meningkat tetapi Anda masih bisa bernapas dengan nyaman tanpa terengah-engah.

Meski tergolong aman, penting untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum menjadikannya rutinitas. Dengan pendekatan yang tepat, berjalan kaki setelah makan bisa menjadi langkah kecil menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+