Mendagri: Kecepatan bantuan rumah rumah rusak tergantung pendataan

August 2026 · 2 minute read

Mendagri: Kecepatan bantuan rumah rumah rusak tergantung pendataan

Rabu, 19 Agustus 2026 21:04 WIB

Image Print

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian (tengah). ANTARA/HO-Kemendagri

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan pemerintah telah menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Syaratnya, kata Tito, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.

"Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," kata Mendagri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan usai meninjau kerusakan akibat gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Mendagri mengimbau Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat.

Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.

"Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti merekap rumah siapa rumahnya, rusak ringan, sedang, atau berat," terangnya.

Mendagri menegaskan hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN.

"Presiden sudah memerintahkan jajaran kabinet Merah Putih untuk turun langsung ke lapangan, informasi yang kita dapatkan di lapangan akan langsung jadi bahan masukan untuk segera ditindaklanjuti," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Tito langsung menyerahkan dua genset dan 10 velbed ke Posko Relawan Bencana Ronting di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT serta tiga genset dan 15 velbed ke Posko Damer untuk mendukung pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan itu juga Tito memberikan tali asih Rp15 juta per jiwa yang wafat kepada perwakilan keluarganya serta Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk hadirnya negara dalam setiap kejadian bencana.

"Percayalah, negara hadir. Pemerintah senantiasa berasa di tengah masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan kehidupan warga kembali pulih," tuturnya.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026