Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Penjualan mobil China di Meksiko diklaim melonjak hampir 30 persen dalam enam bulan pertama tahun ini di tengah pemberlakuan tarif impor hingga 35-50 persen terhadap produk dari sejumlah negara Asia.
Menurut laporan yang diterima Reuters, berkas "tanpa tanggal" dari Asosiasi Distributor Otomotif Meksiko menunjukkan merek China menyumbang 17 persen dari penjualan kendaraan baru di Meksiko selama paruh pertama tahun ini, atau naik dari 14 persen tahun sebelumnya, dengan penjualan meningkat menjadi 137.525 dari 107.712 unit.
Data penjualan mobil China di Meksiko tersebut telah membuat khawatir para pejabat Amerika Serikat. AS melihat bahwa Meksiko dapat menjadi batu loncatan bagi perusahaan-perusahaan otomotif China yang terganjal memasuki AS dan mengacaukan industri yang menyumbang US$1,2 triliun bagi perekonomian setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Meksiko membantah
Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri Meksiko, Luis Rosendo Gutierrez, mengatakan kepada Reuters bahwa data penjualan tersebut "menyesatkan" karena produsen mobil China memulai tahun ini dengan persediaan stok CBU yang cukup besar di Meksiko setelah melakukan pengiriman lebih awal menjelang kenaikan tarif impor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gutierrez mengatakan dampak sebenarnya dari tarif tersebut yakni terjadi penurunan impor kendaraan merek China dikenakan 43 persen selama lima bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Yang penting bukanlah angka penjualan. Yang penting adalah bahwa langkah-langkah tersebut telah menghentikan impor kendaraan dari Asia," kata Gutierrez.
Bikin gerah AS
Untuk diketahui, jika benar terjadi peningkatan penjualan mobil China di Meksiko justru akan memicu masalah dalam negosiasi tentang masa depan pakta perdagangan Amerika Utara, dengan industri otomotif yang terintegrasi erat di kawasan tersebut. Ini akan menjadi perdebatan banyak negara di wilayah tersebut.
Pejabat AS dan Meksiko dijadwalkan untuk memulai putaran ketiga pembicaraan di Mexico City pada Selasa (21/7), salah satu agenda yakni membahas data-data dikeluarkan Asosiasi Distributor Otomotif Meksiko.
Ihwal pemicu kekhawatiran
Lonjakan penjualan mobil China terjadi setelah Meksiko memberlakukan tarif impor hingga 50 persen pada Januari 2026 untuk impor kendaraan dari China dan negara-negara Asia lainnya.
Ini merupakan sebuah langkah yang menurut pemerintah Meksiko akan melindungi lapangan kerja dan menurut para analis dimaksudkan untuk meyakinkan pemerintah AS.
Produsen mobil Tiongkok, Geely, mencatatkan pertumbuhan penjualan terkuat tahun ini, diikuti oleh MG Motor, Changan, dan Chery, menurut data dari asosiasi distributor otomotif.
BYD, produsen mobil terbesar di China, tetap menjadi pemain terbesar di pasar Meksiko meskipun penjualannya sedikit menurun menjadi 33.969 unit dari 34.606 unit, menurut data tersebut. BYD, yang telah melakukan ekspansi agresif di Meksiko, tidak menanggapi permintaan komentar.
Ledakan penjualan mobil impor dari China di Meksiko sangat mencengangkan, tumbuh dari kurang dari 1 persen pada 2020 menjadi 7 persen dua tahun kemudia dan mencapai 17 persen dalam enam bulan pertama tahun ini, menurut asosiasi distributor.
Guillermo Rosales, presiden eksekutif asosiasi distributor mengatakan merek-merek China kemungkinan akan terus mendapatkan pangsa pasar di Meksiko, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat daripada tahun-tahun sebelumnya.
"Pasar telah jenuh dengan pasokan," tuturnya.
Meskipun demikian, Rosales mengatakan produsen mobil China kemungkinan akan terus menanggung biaya tarif Meksiko yang lebih tinggi daripada mengambil risiko kehilangan pangsa pasar di salah satu pasar kendaraan terbesar di dunia.
"Produsen mobil China mengucurkan insentifnya sendiri untuk menanggung biaya yang lebih tinggi daripada kehilangan pangsa pasar di Meksiko," tutup Rosales.
(mik)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]