Mendag buka peluang Kopdes Merah Putih untuk menembus pasar ekspor

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membuka peluang bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar dapat menembus pasar ekspor melalui program Desa Bisa Ekspor.

Mendag di Jakarta, Selasa, mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah mengidentifikasi terdapat sekitar 2.600 desa yang berpotensi untuk melakukan ekspor, dengan 747 di antaranya sudah siap ekspor.

“Kita lakukan pelatihan, kemudian kita ajari ekspor, dan sudah ada beberapa yang ekspor, termasuk Koperasi Desa Merah Putih yang memang dia ada di desa, dia adalah bagian dari program Desa Bisa Ekspor, sudah melakukan ekspor ke berbagai negara,” kata Budi.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pengembangan KDKMP untuk bisa menembus ekspor tengah dilakukan, beriringan dengan koperasi lain yang sudah beroperasi (existing) dan telah berhasil melakukan perdagangan ke luar negeri terlebih dahulu.

“Ya memang ini kan koperasi juga sedang berjalan ya, sedang proses. Tetapi kemarin selain Koperasi Desa Merah Putih, ada juga yang koperasi yang lama ya, koperasi yang sudah existing, seperti di Jembrana, tapi kemarin yang di Jember itu Koperasi Desa,” ujarnya.

Selain koperasi, Budi mengatakan program Desa Bisa Ekspor juga menyasar para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di desa, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca juga: Sultra ekspor 50 ton arang tempurung produksi KDMP ke China

Baca juga: Pemerintah siapkan 40 ribu desa tematik perkuat ekspor protein RI

Menurut Mendag, upaya ini penting agar perputaran roda perekonomian juga bisa berjalan di desa, yang dinilai memiliki banyak potensi komoditas atau produk yang dapat dipasarkan ke panggung internasional.

“Kita prioritaskan yang aktivitasnya itu di desa karena kita ingin perputaran ekonominya tidak hanya di kota, tapi di desa pun berkembang. Karena kalau kita lihat banyak potensi yang ada di desa,” kata dia.

Ia menambahkan, Kemendag juga memberikan fasilitas untuk mempertemukan pelaku usaha desa dengan calon pembeli dari luar negeri dengan memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.

“Ekspor itu kuncinya adalah buyer (pembeli). Kalau sudah dapat buyer, nanti belajarnya gampang, pasti kita ajari. Tapi bagaimana mendapat buyer itu yang tidak mudah, makanya kita terutama untuk desa dan untuk UMKM ini kita fasilitasi melalui business matching dengan perwakilan kita di luar negeri,” ujar pria yang juga akrab disapa Busan itu.

Baca juga: Mendag siap fasilitasi Kopdes Merah Putih agar bisa ekspor

Baca juga: LPDB salurkan pembiayaan ke KDMP Sidomulyo Jember dukung ekspor kopi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.