Denpasar (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing menjadi kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menaker mengatakan hal ini dapat diwujudkan melalui pola pikir yang inovatif, terus belajar, dan berpikir jauh ke depan bagi generasi muda, agar mampu menghadapi perubahan serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Ini sangat krusial bagi generasi muda jika ingin menjadi pemimpin Indonesia Emas yang berdampak dan membawa Indonesia melompat lebih jauh,” kata Yassierli dalam keterangannya yang diterima di Denpasar, Bali, Kamis.
Lebih lanjut, pria yang juga Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan tiga pola pikir yang perlu dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pertama adalah pola pikir inovasi (innovation mindset) atau semangat untuk terus mencari cara-cara baru dalam menyelesaikan masalah.
Lebih lanjut, pola pikir bertumbuh (growth mindset) yakni kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan tidak takut menghadapi kegagalan.
Selanjutnya adalah future mindset yang merupakan kemampuan berpikir jauh ke depan untuk menghasilkan kontribusi yang berdampak dalam jangka panjang.
Menurut Menaker, yang perlu dibangun oleh bangsa bukan hanya proyek inovasi, tetapi juga budaya inovasi. Ia menilai, budaya inovasi akan terus melahirkan gagasan, solusi, dan cara kerja yang lebih baik.
Ia menjelaskan, inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru, melainkan dapat pula diwujudkan melalui layanan, model bisnis, maupun sistem kerja yang mampu memberikan nilai tambah dan membantu menjawab berbagai tantangan dunia kerja sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja di tengah dinamika global.
“Mimpi saya di 2045, Indonesia menjadi negara yang besar hanya jika kita menjadi Innovation Nation atau bangsa yang inovatif. Inilah yang sekarang sedang saya kampanyekan,” ujar Yassierli.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menaker: SDM berkualitas kunci wujudkan Indonesia Emas 2045
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.