Menag tegaskan kerukunan jadi modal dasar pembangunan nasional - ANTARA News Jawa Timur

August 2026 · 3 minute read

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan kerukunan antarumat beragama di Indonesia merupakan modal dasar bagi pembangunan nasional, sekaligus menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi dinamika global.

“Hari ini berkumpul dalam satu majelis memanjatkan doa terbaik bagi negeri. Kita boleh berbeda keyakinan tapi kita disatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” kata Nasaruddin Umar saat memberi sambutan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu.

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, alim ulama, tokoh lintas agama, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya. Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya dijadwalkan hadir, berhalangan karena ada tugas negara.

Menag mengatakan penyelenggaraan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi wujud rasa syukur bangsa Indonesia atas anugerah kemerdekaan yang diraih berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menilai malam Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi sehingga tidak boleh kita mengacak-acaknya. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita disatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” ujarnya.

Menurut Menag, ikhtiar merawat kerukunan telah membuahkan hasil yang membanggakan. Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, yang merupakan capaian tertinggi sejak indeks tersebut diukur.

Capaian itu, lanjut dia, juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,47 dan semakin mendekati target akhir 2029 sebesar 78,25. Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025.

Secara khusus, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada para tokoh lintas agama yang telah konsisten membina umat dan menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dalam Zikir dan Doa Kebangsaan membawa keberkahan bagi Indonesia serta memperkuat persatuan bangsa dalam menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di samping itu, ia juga mengatakan Indonesia patut bersyukur karena pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berjalan pada jalur yang tepat di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Menurut dia, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjadi episentrum peradaban dunia pada masa mendatang dengan dukungan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik yang relatif kondusif dibandingkan dengan sejumlah kawasan yang masih dilanda konflik.

“Indonesia memiliki modal yang kuat menjadi episentrum peradaban di masa mendatang. Didukung stabilitas ekonomi kehidupan sosial dan politik nasional dan juga lebih kondusif dibanding sejumlah kawasan yang masih diliputi konflik,” kata Menag.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.