Mau Piara Ayam Petelur di Rumah? FOMO Aja Nggak Cukup, Ini yang Penting Disiapkan

September 2026 ยท 4 minute read

Jakarta -

Kepikiran memelihara ayam petelur gegara sering lihat konten ketahanan pangan di media sosial? Boleh-boleh saja tertarik karena FOMO (Fear of Missing Out), tapi perhitungkan juga persiapannya.

Salah satunya, soal urusan kandang dan menjaga kebersihannya lantaran kotoran ayam bisa menimbulkan bau yang mengganggu tetangga di sekitar jika tidak dikelola dengan benar. Begitu juga dengan kesehatan unggas itu sendiri, salah-salah bukannya bertelur malah bawa penyakit.

Nah biar tidak malah jadi masalah di kemudian hari, berikut ini beberapa tips dari mereka yang sudah lebih dulu mencoba memelihara ayam petelur di rumahnya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Siapkan Kandang dan Lokasinya

Hal pertama yang perlu dipikirkan adalah lokasi kandang. Pilih area yang cukup untuk ayam dan mudah dibersihkan, tetapi tetap mempertimbangkan kenyamanan penghuni rumah dan tetangga.

"Untuk pemula perlu memperhatikan lokasi kandang yang sesuai supaya tidak mengganggu estetika dan kebersihan lingkungan," ujar Lili Suwali, seorang pensiunan di Bekasi yang memelihara 20 ayam petelur di rumahnya.

Model kandang pun bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Rita Andayani, content creator dari Kebun Samara asal Yogyakarta, misalnya, memilih kandang baterai berupa kotak bersekat yang disusun berderet secara memanjang atau bertingkat. Jenis kandang baterai atau battery cage cocok ketika lahan di rumah sangat terbatas.

"Karena kita itu kan di pekarangan rumah toh, Mbak, enggak ada lahan yang cukup luas, sehingga kita pakai sistem kandang baterai itu jadi bisa menghemat lahan," kata Rita.

Karena itu, sebelum membawa ayam ke rumah pastikan terlebih dahulu tersedia kandang dan lokasi yang sekiranya tidak mengganggu penghuni rumah, maupun lingkungan sekitar.

2. Jangan Asal Beli Ayam

Setelah kandang siap, tips berikutnya adalah cermat memilih ayam. Jangan hanya tergiur harga atau ayam yang terlihat siap bertelur.

Berdasarkan pengalaman Rita, pemula perlu mencari tahu terlebih dahulu ciri ayam yang sehat dan usia produktifnya. Ia mengingatkan pembeli perlu berhati-hati karena informasi dari penjual belum tentu sesuai dengan kondisi ayam.

"Kalau kita mau beli ayam, kita harus hati-hati. Jangan sampai kita tertipu karena kadang ada yang bilang umurnya sekian, ternyata tidak sesuai," ujar Rita.

Ia juga menyarankan memilih ayam yang kondisinya sehat dan jika tersedia, menanyakan riwayat vaksinasinya.

"Saya ditunjukin sertifikat vaksinnya waktu beli ayam, karena biasanya peternak itu kan ayamnya banyak toh. Jadi ya cuma ditunjukin riwayat vaksinnya dari usia DOC (Day Old Chick) pada tanggal sekian-sekian," katanya.

Sementara itu, Arna Kusumawati, pemilik akun Instagram @ibunya_aida, praktisi sustainable living yang memelihara ayam petelur jenis Elba di rumah, mengaku mempelajari jenis ayam terlebih dahulu melalui komunitas dan YouTube sebelum memilih ayam yang akan dipelihara.

3. Siapkan Pakan, Air, dan Kebersihan Kandang

Sebelum ayam datang, pastikan pakan, air minum, dan kebutuhan kebersihan sudah tersedia.

Menurut Lili yang sudah menekuni urban farming di rooftop rumahnya selama tiga tahun terakhir, memelihara ayam tidak seperti merawat tanaman yang masih bisa bertahan meski beberapa hari tidak disiram. Ayam perlu diberi makan dan minum secara rutin setiap hari, sekaligus dijaga kebersihan kandangnya.

"Kalau tanaman mungkin kita tinggal beberapa hari masih bisa tumbuh. Kalau ayam kan harus dikasih makan pagi-sore setiap hari, supaya ayamnya sehat dan bahagia," ujar Lili.

Sementara itu, Ramadhan Ginanjar yang akrab disapa Ganjar, content creator kebun rumahan asal Cimahi yang mengelola akun Instagram @hunian.jb, menggunakan alas kandang berupa tanah dan dedaunan kering. Ia juga memanfaatkan kebiasaan ayam "menyeker" yaitu mengais tanah menggunakan cakar kaki sehingga kotoran dan daun kering tercampur secara alami.

Menurutnya, cara tersebut membantu mengeringkan kotoran sekaligus memanfaatkannya sebagai pupuk.

"Alas kandang ayam saya itu langsung ke tanah kemudian ditambah dedaunan kering, tujuannya supaya kotoran ayam yang jatuh lebih cepat mengering dan menjadi pupuk sehingga tidak menimbulkan bau yang menyengat," tuturnya.

Untuk membantu proses penguraian, Ganjar juga menyemprotkan larutan yang dibuat dari campuran EM4 (Effective Microorganisms 4) untuk pertanian dan molase (tetes tebu).

4. Perhatikan Kesehatan Ayam dan Diri Sendiri

Selain pakan dan kebersihan kandang, kondisi ayam juga perlu diperhatikan setiap hari. Pemilik perlu mengenali perubahan pada ayam agar bisa segera mengambil tindakan jika ada yang terlihat tidak seperti biasanya.

Rita mengatakan, perubahan kondisi ayam bisa terlihat dari perilakunya.

"Kalau ayam yang sekiranya dia sakit itu dia pasti lemas, tidak nafsu makan. Terus warna jenggernya itu lebih pucat," ujarnya.

Rita juga membiasakan mencuci tangan setelah membersihkan kandang dan menggunakan masker bila diperlukan.

Dengan begitu, memelihara ayam di rumah bukan hanya soal menyiapkan kandang dan pakan, tetapi juga siap memperhatikan kondisi ayam sekaligus menjaga kebersihan diri.

Jadi, tertarik punya ayam petelur di rumah? Jangan cuma siapkan kandangnya, tapi pastikan juga siap dengan rutinitas merawatnya. Sebab, punya ayam sendiri berarti punya teman baru yang perlu diberi makan, dirawat, dan diperhatikan setiap hari.

Punya pengalaman memelihara ayam di rumah? Share di komentar ya!

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Terlalu Banyak Protein Bikin Kinerja Ginjal Terganggu? Begini Faktanya"
[Gambas:Video 20detik] (amf/up)

Tren Piara Ayam Petelur

2 Konten

Memelihara ayam petelur di rumah rupanya sedang jadi tren belakangan ini. Satu sisi banyak manfaatnya karena tidak perlu lagi beli telur, sumber protein yang memang murah meriah. Namun sisi lain, harus juga memperhitungkan kesehatan lingkungannya.

Konten Selanjutnya