Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) bersama perusahaan KIU System Solutions memperkuat efisiensi penanganan penumpang maskapai melalui pengenalan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
"Penanganan penumpang seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi maskapai penerbangan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) INACA Bayu Sutanto dalam sosialisasi terkait penanganan penumpang yang lebih efektif dan efisien sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan tantangan tersebut berkaitan dengan jumlah perjalanan maupun penumpang yang besar dan beraneka ragam latar belakang, kompleksitas penanganan operasional penerbangan mulai dari sisi keselamatan serta keamanan.
"Hingga kompleksitas bisnis industri penerbangan itu sendiri," ujarnya.
Menurutnya, penanganan penumpang yang tidak efektif dan efisien dapat menyebabkan hal serius bagi maskapai penerbangan.
Baca juga: AHY: Rencana Garuda jadi holding maskapai dapat mendukung konektivitas
Tetapi di sisi lain, penanganan penumpang yang efektif dan efisien dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan, meningkatkan kenyamanan penumpang dan pada akhirnya meningkatkan bisnis maskapai penerbangan serta pemangku kepentingan terkait lain yang terhubung.
"Terkait hal tersebut, INACA bekerja sama dengan KIU System Solutions pada hari ini melakukan sosialisasi terkait penanganan penumpang yang lebih efektif dan efisien," ucapnya.
Adapun sosialisasi diikuti maskapai penerbangan berjadwal anggota INACA yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Indonesia AirAsia, TransNusa, Sriwijaya Air, NAM Air serta BBN Airlines.
Menurut Bayu, sistem penanganan penumpang yang disosialisasikan adalah sistem digital holistik untuk penerbangan komersial modern yang menghubungkan alur secara lancar mulai dari pemesanan hingga penyelesaian di perhitungan akuntansi maskapai.
Baca juga: Maskapai angkut jamaah haji RI diminta tak lintasi wilayah konflik
Beberapa contoh di antaranya adalah Passenger Service System komprehensif (KIU PSS & DCS) yang terintegrasi penuh dengan Departure Control System (DCS) bawaan, mesin e-commerce, kapabilitas seluler, serta modul khusus seperti KIU Allotment Manager untuk menangani perjanjian operator tur yang kompleks.
Lalu, Asisten perjalanan berbasis Generative AI yang canggih (KIUT AI Concierge). Dimana sistem itu mampu menangani volume transaksi yang sangat besar, memahami emosi dan preferensi pengguna dalam lebih dari 75 bahasa, serta beroperasi langsung di saluran komunikasi aktif penumpang (WhatsApp, Telegram, dan Web Messenger).
"Sistem ini mendorong penjualan langsung berkonversi tinggi, upselling otomatis, dan menangani proses rebooking akibat gangguan penerbangan (IROPS) secara otomatis dalam hitungan detik tanpa campur tangan manusia," jelasnya.
Sistem akuntansi pendapatan real-time yang terintegrasi penuh (KIU Admin - Revenue Accounting). Saat transaksi diselesaikan oleh pelanggan atau melalui KIUT AI Concierge, KIU Admin secara instan menerbitkan dokumen elektronik (Electronic Miscellaneous Documents / EMD).
Baca juga: Konflik Timur Tengah sebabkan 20 maskapai rugi hampir Rp900 triliun
Kemudian mengotomatiskan rekonsiliasi, memicu audit penjualan otomatis untuk melindungi dari kekurangan tagihan agen (under-collection), dan menghasilkan metrik Daily Flown Revenue saat penerbangan ditutup.
Bayu beraharap sosialisasi itu dapat meningkatkan pelayanan maskapai penerbangan anggota INACA terhadap kenyamanan penumpang, meningkatkan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan serta bisnis maskapai penerbangan.
KIU System Solutions merupakan perusahaan yang berbasis di Uruguay untuk mengembangkan teknologi penerbangan.
KIU System Solutions didirikan oleh oleh para veteran industri penerbangan dan memegang prinsip "Airliners building for Airliners". Dimana 90 persen timnya merupakan insan penerbangan.
"Sehingga memastikan solusi secara langsung dalam menyelesaikan tantangan operasional nyata yang dihadapi tim komersial, digital, dan operasional darat (ground ops) maskapai penerbangan," bebernya.
Baca juga: RUPSLB Garuda Indonesia restui suntikan Rp23,67 T dari Danantara
Dibangun dari awal sebagai ekosistem cloud-native yang lincah dan di-hosting di Amazon Web Services (AWS). Saat ini, KIU adalah mitra strategis resmi Asosiasi Maskapai Penerbangan Internasional (IATA) yang membentuk evolusi industri menuju sistem terpadu "Offers and Orders".
KUI saat ini mempunyai afiliasi dengan lebih dari 79 maskapai penerbangan di lebih dari 36 negara dengan jaringan 14 kantor internasional.
KIU mengoperasikan Global Distribution System milik sendiri (KIU GDS), yang secara aktif menghubungkan inventaris 152 maskapai ke lebih dari 45.000 agen perjalanan di seluruh dunia.
Baca juga: Penerbangan Jember-Jakarta segera dibuka kembali November 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.