Banda Aceh (ANTARA) - Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma meminta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla untuk memberikan pendampingan terhadap lima nelayan dari Aceh Timur yang masih menjalani proses hukum di Thailand.
“Kita masih mempertanyakan kembali kepada KJRI Songkhla terkait lima nelayan yang sampai saat ini belum bisa dipulangkan," kata Sudirman Haji Uma, di Banda Aceh, Rabu.
Sebelumnya, sebanyak 19 nelayan Aceh Timur dari dua kapal berbeda ditangkap otoritas Thailand karena diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di zona ekonomi eksklusif Thailand pada 10 Maret 2026.
Di antaranya, 14 nelayan Aceh dengan KM Aneuk Manja, 13 orang dari mereka telah selesai menjalani hukuman dan tinggal menunggu dipulangkan ke tanah air. Sedangkan satu orang ABK lainnya telah dilepaskan lebih dulu karena masih di bawah umur.
Lalu, terdapat lima nelayan Aceh Timur lainnya yang tertangkap otoritas Thailand menggunakan KM Jalur Gaza dalam kasus serupa. Tetapi, perkembangan hukum terhadap lima orang ini belum diketahui kepastiannya.
Karena itu, Haji Uma meminta KJRI Songkhla dapat memberikan penjelasan serta perkembangan terbaru terkait proses yang sedang mereka jalani di sana.
Haji Uma menuturkan, dirinya telah menerima surat dari keluarga para nelayan yang meminta bantuan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan nasib anggota keluarga mereka di Thailand.
Setelah menerima surat dari keluarga, dirinya kemudian membangun komunikasi dengan KJRI Songkhla untuk mengetahui kondisi dan perkembangan proses hukum para nelayan tersebut.
"Saat itu KJRI Songkhla menyampaikan bahwa mereka tetap mendapatkan pendampingan selama menjalani proses hukum,” ujarnya.
Menurut Haji Uma, setiap perkembangan yang diperoleh perlu disampaikan kepada keluarga nelayan agar mereka mendapatkan informasi jelas mengenai kondisi anggota keluarganya.
“Kita ingin mendapatkan informasi yang jelas dan terus membangun komunikasi agar mereka juga mendapat perhatian serta pendampingan,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Haji Uma meminta kepada keluarga nelayan tetap bersabar sembari komunikasi dan koordinasi terus dilakukan bersama KJRI Songkhla, pemerintah Aceh, serta pihak terkait lainnya.
“Kita berharap keluarga tetap bersabar. Mari sama-sama berkolaborasi dengan pemerintah agar proses ini berjalan dengan baik," demikian Sudirman Haji Uma.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.