AKURAT.CO Pemerintah mendorong percepatan pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Terdapat sekitar delapan kabupaten di NTT yang terdampak gempa, dengan kerusakan terjadi pada rumah, gedung pemerintah, sekolah, hingga fasilitas publik lainnya, seperti jalan dan jembatan.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemerintah terus melakukan pendataan secara detail terkait jumlah rumah yang mengalami kerusakan. Pendataan kerusakan tersebut dibagi dalam katagori rusak berat, rusak ringan, dan rusak sedang.
Nantinya, hampir semua penanganan kerusakan rumah menggunakan skema in situ, yaitu proses pembangunan rumah yang dilakukan langsung di lahan tempat rumah tersebut terdampak gempa.
Baca Juga: Shopee dan Rumah Zakat Kumpulkan Donasi hingga Rp150 Juta untuk Korban Gempa NTT
Meski demikian, rekonstruksi rumah belum dapat dilakukan segera karena sejumlah wilayah masih mengalami guncangan. Pembangunan kembali akan dilakukan setelah kondisi dinilai stabil dengan dukungan lintas pihak.
"Kalau perbaikan rumah pun tidak bisa dilakukan sekarang, karena masih dalam kondisi goncang. Nanti mungkin setelah dia stabil, baru kemudian bisa dilakukan rekonstruksi," kata dia saat menghadiri Rapat Bersama Menteri PKP, Maruarar Sirait, di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Dia menekankan pentingnya pendataan sebagai dasar penanganan dan rekonstruksi rumah warga terdampak. Pendataan dilakukan secara by name by address dengan melibatkan kepala desa dan camat hingga Badan Pusat Statistik (BPS) di daerah.
Karena itu, pendataan perlu dilakukan sebagai petunjuk teknis dari BNPB terkait klasifikasi rusak ringan, sedang, dan berat berdasarkan dampak bencana gempa.
Baca Juga: Kirim Bantuan ke NTT Naik Kapal PELNI Kini Gratis, Ini Syaratnya
"Nah, sekarang inilah time untuk pendataan. Meskipun nanti akan berkembang, karena yang tadi, yang tadinya rusak ringan jadi sekarang sedang atau berat jadinya, karena tambahan susulan. Jadi pendataan ini betul-betul upayakan memanfaatkan kepala desa ya, camat, dan by name by address," jelasnya.
Di samping penanganan rumah, dia juga menekankan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih tinggal di tenda juga menjadi prioritas. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan makanan, minuman, tenda, pakaian, selimut, dan obat-obatan, termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan pengungsi selama tiga hingga empat minggu ke depan.
"Untuk pintu-pintu masuk, selain jalan-jalan darat tadi, sudah hampir semua terbuka, sehingga mobilitas orang, maupun barang, bantuan, lebih cepat masuk," ucapnya.