Mantan Presiden Kosovo Hashim Thaci Divonis 25 Tahun Penjara atas Kejahatan Perang

September 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Mantan Presiden Kosovo Hashim Thaci dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas kejahatan perang yang dilakukan saat ia menjadi komandan Kosovo Liberation Army (KLA) dalam perang kemerdekaan Kosovo melawan Serbia. Putusan tersebut memicu kemarahan dan kekecewaan di Kosovo.

Pengadilan Khusus Kosovo di Den Haag pada Rabu (16/9/2026) menyatakan Thaci, 58 tahun, bersalah atas empat dakwaan, termasuk pembunuhan, penyiksaan, dan penahanan ilegal. Hakim menyatakan Thaci bertanggung jawab atas pembunuhan 96 lawan politik dan orang-orang yang dianggap bekerja sama dengan aparat keamanan Serbia.

Thaci membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia berdiri dalam diam mengenakan jas dan dasi ketika hakim ketua Charles Smith membacakan putusan. Thaci bersama tiga mantan komandan senior KLA lainnya masih memiliki hak untuk mengajukan banding.

Tiga Mantan Komandan KLA Juga Divonis

Selain Hashim Thaci, tiga mantan komandan senior KLA juga dijatuhi hukuman penjara. Jakup Krasniqi menerima hukuman 25 tahun, Kadri Veseli 18 tahun, sedangkan Rexhep Selimi dijatuhi hukuman 13 tahun, termasuk masa penahanan yang telah dijalani.

Keempat terdakwa dinyatakan tidak bersalah atas enam dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Majelis hakim menilai jaksa tidak berhasil membuktikan bahwa kejahatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas dan sistematis terhadap warga sipil.

Warga Kosovo Protes Putusan Hashim Thaci

Putusan terhadap Hashim Thaci memicu reaksi keras di Kosovo. Ribuan orang berkumpul di ibu kota Pristina untuk menyaksikan pembacaan vonis melalui layar besar.

Sejumlah warga meneriakkan slogan dukungan terhadap KLA dan Thaci. Foto dan video dari lokasi juga memperlihatkan sejumlah orang menangis setelah mendengar hukuman yang dijatuhkan.

Menteri Luar Negeri Kosovo Glauk Konjufca menyebut putusan tersebut sebagai keputusan yang buruk dan merugikan Kosovo. Sementara itu, Perdana Menteri Albania Edi Rama mengunggah ilustrasi Pengadilan Den Haag dengan tulisan berbahasa Albania, "marre", yang berarti malu atau aib.

Dari Serbia, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Ivica Dacic menyebut vonis tersebut sebagai peringatan bagi Pristina. Menurut Dacic, putusan itu menguatkan klaim Serbia mengenai dugaan kejahatan terhadap warga Serbia selama konflik Kosovo.

Perang Kosovo Tewaskan Ribuan Orang

KLA muncul pada pertengahan 1990-an sebagai kelompok bersenjata etnis Albania di Kosovo, yang saat itu masih menjadi bagian dari Serbia. Operasi bersenjata kelompok tersebut meningkat pada 1997 dan 1998.