Senin, 3 Agustus 2026 - 22:00 WIB
Jakarta, VIVA – Di tengah tajamnya sorotan publik terhadap efektivitas dan tantangan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), gelombang gerakan mahasiswa memilih terjun langsung ke akar rumput.
Baca Juga
Mengusung metode live-in dan riset partisipatif berbasis bukti empiris (evidence-based research), Aliansi Mahasiswa Menjawab (AMM) menjadikan desa sebagai laboratorium hidup untuk menguji sekaligus mengawal pelaksanaan Program Strategis Nasional tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Diseminasi hasil riset dan laporan pengawasan lapangan ini disampaikan AMM dalam giat akademis yang berlangsung di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta pada Senin 3 Agustus 2026.
Baca Juga
Langkah ini merujuk pada hasil riset live-in yang telah dilaksanakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 10–12 Juni 2026.
AMM menegaskan bahwa gerakan berbasis desa ini merupakan pengejawantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk merealisasikan keintelektualan mahasiswa sebagai mitra kritis negara sekaligus penyambung harapan masyarakat.
Baca Juga
"Selain itu, riset berbasis bukti di tingkat tapak ini dimaksudkan untuk merawat kembali Spirit Rapat Ikada 19 September 1945—menempatkan mahasiswa sebagai benteng pengawal kedaulatan ekonomi kerakyatan dari ancaman kartel dan mafia ekonomi," kata Caesar Khalifah, salah satu perwakilan AMM dari GLM UPN VJ pada awak media, Senin 3 Agustus 2026.
Perlindungan Hukum dan Administrasi Akademis
Untuk memastikan seluruh rangkaian riset lapangan dan metode live-in berjalan di atas koridor hukum yang sah, AMM secara resmi telah menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tridarma Indonesia melalui penyerahan kuasa perlindungan hukum kegiatan. Langkah tersebut diambil guna menjamin keamanan seluruh peneliti dan relawan mahasiswa di lapangan dari potensi intimidasi maupun tekanan pihak tertentu.
Di sisi lain, sebagai wujud tanggung jawab moral dan tertib administrasi akademis, para mahasiswa yang terlibat tetap menjalin komunikasi dan koordinasi intensif bersama pihak rektorat maupun pimpinan kampus tempat mereka bernaung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Temuan Lapangan dan Evaluasi Kritis
Dari hasil riset live-in di SPPG Desa Mekarbaru, AMM mencatat bahwa program MBG memiliki daya ungkit ekonomi kerakyatan yang signifikan jika dikelola secara murni, jujur, serta taat pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis).
Halaman Selanjutnya
Beberapa data kunci temuan riset lapangan di SPPG Desa Mekarbaru meliputi yakni: