Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Tewaskan 1 Orang, Penyebabnya Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam

July 2026 · 2 minute read

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:02 WIB

Medan, VIVA – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan pada tragedi ledakan besar, yang terjadi di rumah mewah di Kompleks elit Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin sore, 20 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. 

Baca Juga

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika menjelaskan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang korban tewas dari rumah mewah tersebut, yang meledak itu, pada Selasa dini hari, 21 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Betul, jadi pukul 02.20 WIB dini hari tadi malam, kita temukan satu orang korban jenis kelamin perempuan dan sudah kita evakuasi dan kita sudah serahkan ke pihak keluarga," ungkap Hery kepada wartawan di lokasi kejadian. 

Baca Juga

Berdasarkan data sementara dari Basarnas Medan, diduga terdapat enam orang yang berada di lokasi saat terjadi ledakan besar itu. Dimana, tiga orang berhasil selamat, yaitu Jeavelin berusia 2 tahun, Hasan selaku sopir, dan seorang kurir yang belum diketahui identitasnya, dan seorang orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 

Hery membenarkan ada dua orang lainnya sebagai penghuni rumah yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan rumah mewah tersebut. Kemudian, tim SAR Gabungan masih berjibaku untuk mengevakuasi kedua korban itu.

Baca Juga

​"Tinggal dua (korban) lagi. Jadi yang terjebak dari enam orang dari keluarga dan satu driver itu, tiga orang (selamat). Satu kita temukan 02.20 dini hari dan pagi hari ini akan kita upayakan lagi pencarian kedua orang lagi," jelas Hery.

Evakuasi tersebut melibatkan Basarnas Medan, Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI AU, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan.

Sementara, untuk data korban yang ditemukan masih akan dipastikan. Sementara dua orang korban masih dalam pencarian yang diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian," kata Hery.

Hingga saat ini, tim SAR Gabungan masih melakukan upaya evakuasi seluruh korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan. Untuk proses evakuasi korban tersebut, Pemko Medan menurun sejumlah alat berat untuk mempermudah proses evakuasi korban. 

Halaman Selanjutnya

"Keselamatan personel tetap menjadi prioritas mengingat kondisi struktur bangunan, yang masih berpotensi mengalami pergeseran. Kami berharap ketiga korban dapat segera ditemukan sehingga dapat segera dievakuasi," ungkap Hery.