Lapas Gorontalo tes urine dadakan cegah peredaran narkoba - ANTARA News Gorontalo

September 2026 · 2 minute read

Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan personel TNI serta Polri menggelar tes urine dadakan, untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison di Kota Gorontalo, Sabtu mengatakan langkah pencegahan dilakukan untuk memastikan lingkungan Lapas bersih dan bebas dari peredaran gelap serta penyalahgunaan narkoba.

"Tes urine ditujukan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkoba, baik oleh warga binaan maupun petugas yang berdinas di lingkungan Lapas," kata Junaidi.

Tes urine dilakukan secara acak kepada 20 warga binaan, termasuk anggota sipir yang bertugas saat itu.

Strategi penunjukan warga binaan yang menjalani tes urine secara acak itu, tidak dibatasi hanya kepada penghuni Lapas yang terjerat kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Menurutnya tes dadakan itu wajib diberlakukan kepada siapa pun termasuk petugas sipir, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya potensi-potensi peredaran narkoba di lingkungan Lapas.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas tidak mendapati adanya indikasi warga binaan maupun petugas sipir yang menggunakan narkoba, atau keseluruhannya dinyatakan negatif.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan kepada seluruh warga binaan maupun personel di lingkungannya, untuk menjauhi segala aktivitas yang berkaitan dengan peredaran gelap narkoba di dalam lingkungan Lapas.

Sebelum tes urine, pihaknya bersama dengan personel Koramil dan Polsek Kota Selatan, serta BNN setempat, melakukan penggeledahan dadakan setiap kamar hunian warga binaan.

Dalam razia itu, petugas gabungan menemukan dan menyita sejumlah barang berbahaya yang dilarang keras berada di dalam sel atau kamar hunian di lingkungan Lapas.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya deteksi dini, agar hal-hal yang seharusnya dilarang tidak berada atau terjadi dalam lingkungan Lapas.

Ia mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Gorontalo, dalam menjalankan program pembinaan.

Selain itu rangkaian kegiatan rutin tersebut juga dalam rangka menindaklanjuti arahan pimpinan untuk memerangi peredaran narkoba, penggunaan ponsel ilegal, sampai praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas.

"Kami menegaskan bahwa operasi lintas instansi secara dadakan seperti ini akan dilakukan secara rutin, demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan Lapas agar tetap kondusif," imbuhnya.

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.