Lantik Rocky Gerung, Prabowo Jadi Presiden dengan Reshuffle Terbanyak Dibanding Dua Tahun Era Jokowi

October 2026 · 2 minute read

Minggu, 04 Oktober 2026, 00:20 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet dan melantik sejumlah pejabat baru. Langkah tersebut sekaligus menandai reshuffle ketujuh sejak ia memimpin pemerintahan dan menggantikan Joko Widodo (Jokowi) di Oktober 2024.

Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengatakan banyaknya reshuffle yang dilakukan presiden dalam dua tahun kali ini menjadi persoalan besar karena bukan hanya soal siapa yang dilantik tapi juga frekuensi bongkar-pasang kabinet justru menjadi indikator yang patut dipertanyakan.

Baca Juga: Pojokkan Saksinya Jokowi, Hakim Tegur Dokter Tifa di Sidang Kasus Ijazah

"Ini reshuffle terbanyak dibanding dua tahun era Jokowi. Ini baru dua tahun sudah tujuh kali," ujar Ubedilah, dikutip Minggu (3/10/2026).

Ubedilah melihat terlalu seringnya pergantian pejabat sebagai indikasi bahwa pemerintah belum menemukan komposisi yang tepat untuk menjalankan agenda pemerintahan.

Menurut dia, pergantian berulang kali menunjukkan adanya persoalan dalam kapasitas presiden merekrut dan menempatkan orang yang sesuai dengan kebutuhan pemerintahan.

"Jadi memang reshuffle yang berkali-kali itu sebetulnya menunjukkan bahwa presiden kurang atau tidak punya kapasitas untuk merekrut orang-orang terbaik dalam menangani persoalan," katanya.

Diketahui, Prabowo melakukan reshuffle terbaru berlangsung pada Jumat (2/10/2026). Sejumlah posisi strategis mengalami perubahan, mulai dari menteri koordinator, menteri teknis, wakil menteri hingga Kapolri.

Ia juga melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Salah satu nama yang paling menarik perhatian adalah Pengamat Politik Rocky Gerung.

Pelantikan Rocky menjadi perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai sosok yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintahan, termasuk terhadap Jokowi.

Namun, Rocky memastikan bahwa perubahan posisinya tidak otomatis mengubah pandangan politiknya.

Baca Juga: KPU Disebut Sengaja Tutup Akses Dokumen Syarat Gibran, Bawaslu Pun Tak Bisa Verifikasi

"Ya kan cuma pindah. Saya cuma pindah dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Justru lebih enak di dalam," ujar Rocky.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar