Jumat, 25 September 2026 - 11:02 WIB
Bogor, VIVA – Ombudsman Republik Indonesia mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi jika fasilitas mewah yang ditemukan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, tiba-tiba berubah atau bahkan hilang setelah inspeksi mendadak (sidak).
Baca Juga
Anggota Ombudsman, Fikri Yasin, mengatakan timnya telah mengamankan dokumentasi lengkap terkait temuan tersebut. Mulai dari foto, video, hingga informasi yang diperoleh setelah mewawancarai sejumlah narapidana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dokumentasi itu disiapkan untuk mengantisipasi jika nantinya fasilitas yang ditemukan pada sidak Rabu, 23 September 2026, sudah tidak terlihat lagi.
Baca Juga
“Ya. Antisipasinya cuma satu. Kami menyiapkan dokumen kami yang cukup lengkap itu. Jadi kalau ada nanti misal, 'Oh ini mobilnya sudah nggak ada', nah kita beberin mobilnya. Terus 'Oh bangunannya sudah nggak ada', ah ini videonya, ini fotonya,” ujarnya, dikutip Jumat, 25 September 2026.
Fikri mengatakan Ombudsman tidak mempermasalahkan jika setelah temuan tersebut dipublikasikan, kondisi di lokasi berubah. Sebab, pihaknya merasa sudah memiliki bukti mengenai kondisi saat sidak dilakukan.
Baca Juga
“Tapi kami punya data itu. Jadi kalau kami diajak bertaruh siapapun, misalnya gitu, kita siap," katanya.
Fikri bahkan menyebut bukti yang dikantongi Ombudsman dinilai cukup untuk mendukung dugaan adanya maladministrasi di Lapas Cibinong.
"Oh sudah pasti mal administrasi. Sudah pasti mal administrasi. Maupun mungkin dibuat sebagai ruangan percontohan. Iya boleh ruang percontohan, tapi manusia yang di dalamnya ini kan kita tanya. Kita punya (buktinya),” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, temuan Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, ternyata bukan hanya soal hunian dengan fasilitas layaknya apartemen.
Di kawasan tersebut, Ombudsman juga menemukan proyek pembangunan simulator golf, fasilitas gym, hingga dua mobil mewah. Temuan itu terungkap saat Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kompleks Lapas Cibinong.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemeriksaan tersebut bahkan sempat diwarnai aksi saling dorong dengan petugas lapas. Anggota Ombudsman RI Syafrida R. Rasahan mengatakan, tim awalnya menanyakan area di balik pagar kompleks lapas kepada petugas.
Saat itu, area tersebut disebut sebagai lokasi rumah dinas kepala lapas. Namun, setelah masuk dan melakukan pemeriksaan, Ombudsman justru menemukan sejumlah bangunan lain.
Halaman Selanjutnya
”Kami menemukan beberapa lokasi hunian di lapas yaitu berupa bangunan yang terlihat seperti homestay, yang terdiri dari seperti ada dinding seng cat warna biru. Kemudian juga terdapat rumah seperti klaster,” kata dia, Kamis, 24 September 2026.