Lampung Selatan perkuat kesiapsiagaan hadapi dampak musim kemarau

August 2026 · 2 minute read

Lampung Selatan perkuat kesiapsiagaan hadapi dampak musim kemarau

Selasa, 11 Agustus 2026 06:04 WIB

Image Print

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto saat rapat mingguan di Aula Rajabasa, Kantor Bupati setempat, Senin. (ANTARA/Riadi Gunawan)

Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau, terutama potensi kekurangan air bersih dan meningkatnya risiko kebakaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto di Kalianda, Senin, menegaskan pentingnya langkah antisipatif dalam menghadapi dampak musim kemarau.

“Jangan sampai kekeringan ini ditangani setelah dampaknya meluas. Kita harus melakukan langkah-langkah antisipasi dari sekarang,” kata Supriyanto.

Ia meminta para camat bersama perangkat daerah terkait memantau wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih serta menyiapkan langkah penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, persoalan air bersih menjadi salah satu dampak yang perlu mendapat perhatian selama musim kemarau. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terukur, dan berdasarkan tingkat kebutuhan di lapangan.

Karena itu, penyaluran air bersih oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus dilakukan secara terukur dengan memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak dan menyangkut kepentingan umum.

Dirinya memastikan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tetap siaga dan mampu merespons setiap kejadian kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi selama musim kemarau.

“Damkar harus posisi standby untuk mengantisipasi kebakaran,” ujarnya.

Selain ketersediaan air, dia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran seiring kondisi lahan yang semakin kering dan angin yang cukup kencang.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya terus memperkuat edukasi kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembakaran sampah secara sembarangan.

“Kalau tidak perlu dibakar, tidak perlu dibakar. Banyak sekali perkara ini, solusinya bagaimana sampah ini bisa dimanfaatkan kembali,” ucapnya.

Langkah antisipasi dilakukan pada sektor pertanian dengan menjaga kelembapan tanah agar lahan tetap mendukung aktivitas pertanian selama musim kering.

“Sesungguhnya kebutuhannya asal lembap saja mungkin sudah aman. Oleh karena itu, bapak ibu camat semua, tolong lakukan langkah-langkahnya,” katanya.

Pemkab Lampung Selatan menegaskan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah, kecamatan, penyuluh, kelompok tani, serta masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, sekaligus menekan risiko kebakaran selama periode musim kemarau.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.