Kwarnas: Pramuka Jawa Tengah aktif mendukung inovasi kepramukaan

September 2026 · 3 minute read

Kwarnas: Pramuka Jawa Tengah aktif mendukung inovasi kepramukaan

Kamis, 10 September 2026 12:10 WIB

Image Print

Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual Widagdo Hendro Sukoco menjadi Pembina Upacara Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Daerah Jawa Tengah di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka mengapresiasi keaktifan kontingen Jawa Tengah (Jateng) dalam mendukung inovasi kepramukaan, khususnya pada kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) Ke-12 Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta.

Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual Widagdo Hendro Sukoco di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, mengatakan kontingen Jateng menjadi pengguna terbanyak aplikasi Ayo Pramuka selama Jamnas yang berlangsung pada 13-20 Agustus 2026.

"Kontingen Jateng merupakan user terbanyak dalam pemakaian Ayo Pramuka selama Jamnas," ucapnya saat menjadi Pembina Upacara Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jateng di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto.

Ia mengatakan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Jateng juga mendapatkan penghargaan karena membantu kelancaran pelaksanaan alir langsung (live streaming) selama Jamnas.

Selain itu, kata dia, Kwarda Jateng juga menjadi salah satu yang paling aktif dalam program Ayo Pramuka. Ia mengharapkan keaktifan tersebut terus dikembangkan untuk memajukan Gerakan Pramuka di Jateng.

Sementara dalam sambutan tertulis yang dibacakan Widagdo, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jateng yang juga Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan peringatan Hari Pramuka Ke-65 bukan sekadar momentum seremonial, tetapi kesempatan merefleksikan kembali semangat dan tanggung jawab Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda.

Ia mengapresiasi pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) dari 14 titik keberangkatan menuju titik akhir di Kwartir Cabang Banyumas dan mengajak Pramuka memaknai ETK sebagai semangat merawat lingkungan, persaudaraan, kerukunan, dan kemajemukan.

"Jangan sampai kita hanya pandai membangun tetapi tidak mampu merawat apa yang telah dibangun. Jangan sampai kita memiliki kecanggihan teknologi tetapi kehilangan kepedulian sosial," katanya.

Ia juga mendorong Pramuka hadir memberikan solusi serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, dan kesiapsiagaan bencana.

Menurut dia, Pramuka harus menjadi bagian dari solusi menghadapi penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, perundungan, judi daring, hoaks, provokasi, dan ancaman terhadap persatuan.

Pada era digital, dia mendorong transformasi digital dan modernisasi tata kelola organisasi, namun mengingatkan bahwa teknologi harus tetap diimbangi penguatan karakter.

"Teknologi adalah alat, namun karakter harus tetap menjadi fondasi," katanya.

Ia juga mendorong anggota Pramuka memiliki keterampilan dan keberanian menciptakan peluang ekonomi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Khusus Banyumas, dia mengapresiasi sistem pencapaian Pramuka Garuda yang dinilai baik dan terukur sehingga dapat menjadi contoh bagi kwartir cabang lainnya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.