Kursi Kabin Cacat Produksi, 453 Pesawat Terancam Rusak Saat Turbulensi

July 2026 · 2 minute read

CNN Indonesia

Rabu, 29 Jul 2026 14:00 WIB

ilustrasi cabin pesawat
Ilustrasi kursi di kabin pesawat. (istockphoto/Brostock)

Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan peringatan keselamatan terkait cacat produksi pada lebih dari 400 pesawat Boeing 737 MAX di AS.

Menurut FAA, pemasangan kursi penumpang yang tidak sempurna di pesawat-pesawat tersebut dinilai berisiko terlepas saat situasi darurat.

FAA menyebut sebanyak 453 unit Boeing 737 MAX berpotensi mengalami masalah tersebut. Lembaga ini mendesak seluruh maskapai operator untuk segera melakukan pemeriksaan ketat demi memastikan standar keselamatan terpenuhi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak dari cacat produksi itu antara lain, kursi berisiko terlepas saat terjadi turbulensi hebat atau pendaratan darurat.

Pilihan Redaksi

Selain itu, kursi-kursi tersebut berpotensi melukai penumpang dan awak kabin. Ada juga risiko kursi menghalangi lorong kabin dan menghambat proses evakuasi.

"Direktif ini mewajibkan pemeriksaan mendalam pada setiap rakitan kursi penumpang di sisi kiri maupun kanan untuk memastikan pemasangannya sudah tepat," tulis pernyataan resmi FAA, seperti dilansir Independent.

Meski wewenang FAA hanya mencakup maskapai domestik AS, regulator penerbangan internasional biasanya akan mengadopsi petunjuk keselamatan serupa. Hingga kini, belum dipastikan apakah armada Boeing 737 MAX di luar AS juga terdampak masalah yang sama.

Berdasarkan data firma intelijen penerbangan IBA, saat ini terdapat sekitar 2.300 unit Boeing 737 MAX yang beroperasi di seluruh dunia, dengan 823 unit di antaranya berada di AS.

Temuan ini menjadi pukulan baru bagi Boeing yang tengah berbenah meningkatkan kualitas produksi. Sebelumnya pada 2024, publik dikagetkan oleh insiden lepasnya panel pintu Alaska Airlines tipe 737 MAX di tengah penerbangan.

Meski seluruh 171 penumpang dan enam awak pesawat selamat usai pendaratan darurat di Portland, Oregon, FAA dijatuhkan sanksi denda sebesar US$3,1 juta atau sekitar Rp56 miliar kepada Boeing atas serangkaian pelanggaran keselamatan.

FAA menjelaskan bahwa kesalahan pemasangan jalur rel kursi atau seat track dapat membuat rakitan kursi terlepas jika menerima beban berlebih.

Setiap pesawat Boeing 737 MAX memiliki hingga 69 rakitan kursi pada jalur relnya. FAA mengestimasi proses inspeksi membutuhkan waktu sekitar satu jam kerja, ditambah satu jam perbaikan untuk tiap rakitan tanpa memerlukan komponen pengganti.

Juru bicara Boeing menyatakan pihaknya telah memberikan panduan teknis kepada para operator sejak Desember 2025. "Kami mendukung langkah FAA untuk menjadikan panduan keselamatan tersebut sebagai prosedur wajib," ujar juru bicara Boeing melalui pesan singkat.

(wiw)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]