Kunjungi Terowongan Silaturahmi, Menteri Jerman Puji Toleransi Indonesia

August 2026 ยท 2 minute read

Moehamad Dheny Permana

| 22 Agustus 2026, 10:31 WIB

Kunjungi Terowongan Silaturahmi, Menteri Jerman Puji Toleransi Indonesia

Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan, didampingi Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar dan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, dan Gereja Katedral Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Dok. Antara)

AKURAT.CO Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta kembali mendapat perhatian internasional.

Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan, mengaku terkesan dengan konsep toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, dan Gereja Katedral Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Alabali Radovan didampingi Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar dan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo.

Alabali Radovan menilai hubungan harmonis antarumat beragama yang tercermin melalui keberadaan Terowongan Silaturahmi merupakan hal yang dapat menjadi inspirasi bagi negara lain, termasuk Jerman.

"Indonesia menunjukkan kepada dunia bagaimana perbedaan dapat menjalin persaudaraan yang erat. Ini adalah inspirasi besar dan modal penting yang bisa dipelajari oleh Jerman," ujar Alabali Radovan di sela-sela kunjungannya.

Terowongan Silaturahmi semakin mengukuhkan posisinya sebagai simbol toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Terowongan sepanjang 33,8 meter tersebut diresmikan pada 12 Desember 2024 dan menjadi jalur penghubung bawah tanah antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Selain berfungsi sebagai akses fisik, terowongan tersebut dirancang sebagai ruang yang merepresentasikan nilai persaudaraan dan keharmonisan antarumat beragama.

Baca Juga: Sukses Digelar di Bengkulu, Ini Daftar Pemenang Undian Simpeda 2026