Kunjungan Dubes picu keingintahuan anak-anak akan budaya Azerbaijan

September 2026 · 3 minute read

Jakarta (ANTARA) - Kunjungan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Ramil Rzayev ke Panti Asuhan Putra Setia di Jakarta, Jumat (25/9), memicu rasa ingin tahu anak-anak terhadap lanskap, bahasa, dan budaya Azerbaijan.

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Peringatan (Remembrance Day) Nasional Azerbaijan yang jatuh setiap tanggal 27 September untuk mengenang jasa para prajurit yang bertempur dalam Perang Patriotik 44 Hari antara Azerbaijan dan Armenia.

Titin Rahmawati (25), salah satu anak asuh yang hadir dalam acara itu, mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Bahkan, beberapa hari sebelum acara berlangsung, mereka sudah mencari tahu seluk-beluk mengenai Azerbaijan, terutama terkait bahasa, budaya, hingga momen Hari Peringatan tersebut.

“Mereka juga sebenarnya excited (bersemangat) untuk belajar bahasa asing. Mereka juga jadi mencari tahu sebenarnya memang ada apa sih di 27 September ini. Jadi H-3 atau H-5, mereka sudah mencari tahu sendiri tentang Azerbaijan… Mereka juga tertarik dengan keindahan alamnya,” ujar Titin.

Anak-anak juga belajar mengenal mengenai budaya dan lanskap Azerbaijan melalui kegiatan menggambar dan mewarnai yang diinisiasi oleh pihak panti asuhan.

Dubes Ramil pun mengapresiasi hasil karya itu. Ia sempat menunjuk beberapa gambar dan menanyakan siapa yang membuat kreasi tersebut.

“Bagus, sangat bagus,” ucapnya mengomentari karya anak-anak.

Ia pun berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan dan ketertarikan terhadap negaranya yang ditunjukkan oleh anak-anak melalui gambar-gambar tersebut.

Terdapat sekitar 18 karya yang ditampilkan dalam kesempatan tersebut. Beberapa di antaranya menggambarkan pakaian tradisional, makanan khas, dan bendera Azerbaijan.

Ada juga yang menunjukkan bunga khari bulbul (Ophrys sphegodes subspecies taurica) – sejenis anggrek liar yang tumbuh di wilayah Kaukasus, Eropa Tenggara, hingga Asia Barat. Tumbuhan tersebut menjadi bunga nasional Azerbaijan.

Karya lainnya menunjukkan tiga alat musik tradisional Azerbaijan sejenis rebab, rebana, dan gitar kecil yang masing-masing disebut kamancha, gaval, dan tar. Terdapat pula gambar Benteng Shusha – bangunan yang mengelilingi pusat kota bersejarah Shushadi wilayah Pegunungan Karabakh.

Sementara sebagian besar karya lainnya menggambarkan bangunan ikonik di Baku, ibu kota Azerbaijan, seperti Flame Towers, Masjid Bibi-Heybat, Maiden Tower, Menara Baku TV, hingga Pusat Kebudayaan Heydar Aliyev.

Terdapat 30 anak asuh di panti asuhan tersebut dengan rentang usia antara 6-25 tahun dengan jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga universitas. Sebagian besar dari mereka sudah beranjak remaja.

Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta memilih untuk menggelar peringatan nasional itu di panti asuhan tersebut sebagai pengingat bahwa para pahlawan tidak hanya berkorban demi perdamaian di masa sekarang, tapi juga membangun situasi yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Baca juga: Azerbaijan kenang jasa pahlawan bersama anak Panti Asuhan Putra Setia

Baca juga: Indonesia perkuat kerja sama pengembangan SDM dengan Azerbaijan

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.