Kudus mulai mempersiapkan pariwisata ramah muslim sambut program 2027

September 2026 · 2 minute read

Kudus mulai mempersiapkan pariwisata ramah muslim sambut program 2027

Selasa, 22 September 2026 18:54 WIB

Image Print

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Abdul Halil saat berfoto bersama pelaku usaha di bidang wisata. ANTARA/HO. Disbudpar.

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mempersiapkan pengembangan pariwisata ramah muslim sebagai bagian dari persiapan menyambut program pariwisata 2027.

"Konsep pariwisata ramah muslim bukan berarti menjadikan seluruh destinasi sebagai wisata syariah. Konsep tersebut lebih diarahkan pada penyediaan fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Abdul Halil di Kudus, Selasa.

Menurut dia fasilitas yang disiapkan antara lain penunjuk arah kiblat dan kitab suci di kamar penginapan, tempat wudu yang memadai, serta pemisahan fasilitas tertentu bagi wisatawan laki-laki dan perempuan sesuai kebutuhan.

Subkoordinator Promosi Wisata Disbudpar Kabupaten Kudus Esti Aristiana Sukmawati mengatakan pihaknya mulai menentukan sejumlah usaha pariwisata yang akan menjadi proyek percontohan atau "pilot project".

"Untuk tahap awal ada beberapa usaha yang kita jadikan percontohan. Nanti mudah-mudahan yang lain bisa mengikuti juga," ujarnya.

Di sektor kuliner, Soto Djatmi dan Gasasa masuk dalam daftar usaha yang dipersiapkan untuk mendukung konsep pariwisata ramah muslim.

Sementara itu, Museum Jenang dan Kretek Waterpark dipilih sebagai destinasi wisata yang akan dirintis, sedangkan sektor akomodasi mencakup Hotel Sapphire dan Salimna.

Pengembangan pariwisata ramah muslim tersebut juga menyentuh produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), terutama terkait jaminan kehalalan produk.

Jaminan kehalalan dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan saat menikmati berbagai produk lokal Kudus.

Selain menyiapkan fasilitas di destinasi, Disbudpar Kudus juga membenahi layanan informasi wisata melalui "Tourism Information Center" (TIC) secara daring.

Informasi mengenai sejumlah destinasi diperbarui agar wisatawan lebih mudah mengetahui lokasi, fasilitas, serta akses menuju objek wisata.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.