Kritik Tajam Jude Bellingham untuk Real Madrid: 20 Menit Terakhir Sangat Buruk

August 2026 ยท 3 minute read

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid melanjutkan start sempurna di La Liga 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-0 atas Malaga di Santiago Bernabeu, Sabtu (30/8/2026) malam WIB. Los Blancos tampil dominan pada babak pertama dengan mencetak tiga gol.

Jude Bellingham kembali menjadi pemain yang paling menonjol dalam kemenangan tersebut. Gelandang asal Inggris itu mencetak gol pembuka, berperan dalam gol kedua yang menjadi gol bunuh diri Alfonso Herrero, dan mendapat standing ovation ketika ditarik keluar.

Namun, kemenangan besar itu tidak membuat Bellingham sepenuhnya puas. Pemain berusia 23 tahun tersebut menilai Real Madrid mengalami penurunan performa yang cukup drastis pada fase akhir pertandingan.

Madrid memang mampu menambah gol keempat melalui Arda Guler pada menit ke-90+1. Meski demikian, Bellingham tetap menyoroti penampilan timnya yang dianggap jauh dari standar pada 20 menit terakhir.

Bellingham Menikmati Peran Baru Mourinho

Real Madrid

Perbesar

Gelandang Real Madrid Inggris #05, Jude Bellingham, merayakan bersama rekan satu timnya Penyerang Real Madrid Prancis #10, Kylian Mbappe, dan penyerang Real Madrid Maroko #21, Brahim Diaz, setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Malaga CF di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 30 Agustus 2026. (Thomas COEX/AFP)

Bellingham tampil impresif sejak awal musim di bawah Jose Mourinho. Salah satu faktor yang membuatnya semakin nyaman adalah kebebasan bergerak yang diberikan sang pelatih dalam sistem permainan Real Madrid.

Usai pertandingan, Bellingham menjelaskan peran barunya kepada Real Madrid TV. Ia mengaku bisa bergerak lebih leluasa, baik mendekati kotak penalti maupun turun membantu permainan dari area yang lebih dalam.

"Sekarang saya bermain sedikit lebih bebas, dengan keleluasaan untuk bergerak lebih jauh ke depan atau ke belakang lapangan, tergantung pada kebutuhan tim. Saya sangat menikmatinya, itulah sebabnya saya bermain dengan baik," ujarnya.

Kebebasan tersebut membuat Bellingham dapat terlibat dalam lebih banyak fase permainan. Golnya ke gawang Malaga menjadi contoh bagaimana pergerakan agresifnya ke sepertiga akhir lapangan mampu memberikan ancaman nyata.

Kritik Bellingham meski Madrid Menang Telak

Pemain Real Madrid Jude Bellingham

Perbesar

Pemain Real Madrid Jude Bellingham berselebrasi dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Malaga di Madrid, Spanyol, Minggu, 30 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Di balik performa impresifnya, Bellingham tetap memberikan catatan keras terhadap permainan Real Madrid. Ia menilai timnya kehilangan intensitas dan standar permainan setelah melewati periode dominan pada babak pertama.

"Kami bermain fantastis di babak pertama. Namun, 20 menit terakhir sangat buruk. Saya tidak tahu mengapa, tetapi performa kami saat itu tidak bagus," ungkapnya.

Penurunan tersebut tidak sampai mengubah hasil pertandingan karena Malaga gagal memanfaatkannya. Real Madrid bahkan tetap mampu mencetak gol keempat melalui Arda Guler pada masa tambahan waktu.

Kemenangan ini membuat Real Madrid berada di puncak klasemen La Liga dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. Los Blancos menyapu bersih seluruh laga, mencetak 10 gol dan hanya kebobolan dua kali, tetapi kritik Bellingham menunjukkan masih ada ruang untuk perbaikan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Gabriel Jesus, Bisakah Jadi Aubameyang Berikutnya untuk Barcelona?