Kotim dapat tambahan 9.000 tabung elpiji 3 kg
Rabu, 19 Agustus 2026 18:08 WIB
Penyaluran elpiji 3 kg subsidi dalam rangka gerakan pangan murah di Kota Sampit, Rabu (19/8/2026). ANTARA/Devita Maulina
Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menyampaikan pemerintah daerah telah mendapat persetujuan penambahan 9.000 tabung elpiji 3 kilogram untuk enam kecamatan yang selama ini belum konversi penggunaan minyak tanah.
“Saya sudah menerima surat dari Dirjen Migas, kita ada penambahan 9.000 tabung. Karena enam kecamatan kemarin yang belum konversi, ini sudah masuk konversi,” kata Halikinnor di Sampit, Rabu.
Ia menjelaskan, tambahan kuota tersebut merupakan tindak lanjut pengajuan Pemkab Kotim kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekitar satu bulan sebelumnya.
Menurut Halikinnor, pengajuan penambahan kuota tersebut kini telah mendapat persetujuan dari Ditjen Migas sehingga pemerintah daerah tinggal menunggu proses pelaksanaan di lapangan.
Enam kecamatan yang dimaksud meliputi Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang dan Antang Kalang.
Penambahan kuota tersebut diperkirakan mulai direalisasikan sekitar September 2026 sehingga masyarakat di enam kecamatan tersebut dapat memperoleh akses elpiji 3 kg secara lebih merata.
“Kalau tidak salah mulai bulan September informasinya. Mudah-mudahan dengan penambahan itu, kesulitan kita tentang elpiji khususnya gas elpiji yang 3 kg itu akan terpenuhi, akan teratasi,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Kotim kerahkan OPD bantu suplai air pemadaman karhutla
Sebelumnya, enam kecamatan tersebut masih menjadi wilayah yang belum mendapatkan pasokan elpiji 3 kg dan masyarakatnya masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Kotim mendorong percepatan konversi secara mandiri.
Pemerintah daerah berharap tambahan 9.000 tabung tersebut dapat menjawab persoalan keterbatasan pasokan energi rumah tangga di enam kecamatan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan bakar yang lebih praktis dan efisien.
Dengan adanya tambahan tersebut, pemerintah juga berharap penggunaan minyak tanah di enam kecamatan secara bertahap dapat dihentikan dan masyarakat beralih sepenuhnya menggunakan elpiji 3 kg sebagai sumber energi rumah tangga.
Selain memudahkan masyarakat memperoleh bahan bakar, Halikinnor menilai konversi tersebut memiliki dampak terhadap pengendalian inflasi daerah karena elpiji menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat.
“Artinya tidak ada lagi penggunaan minyak tanah dan itu membantu menjaga inflasi,” demikian Halikinnor.
Baca juga: Gerakan Pangan Murah jaga stabilitas harga pangan di Kotim saat kemarau
Baca juga: Pawai Pembangunan Kotim ditunda, fokus penanganan karhutla
Baca juga: Bupati Kotim evaluasi kendala dana BTT untuk karhutla
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.