Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa seluruh arah pembangunan di Bali harus berjalan secara harmonis dan berkelanjutan antara manusia dengan alam.
“Tidak boleh hidup sendiri, lalu mematikan yang lain, hidup yang menghidupi, urip yang menguripi, hidup harus harmonis dengan alam itulah ajaran leluhur dan menjadi konsep teknokratis pembangunan agar Bali terjaga dengan baik untuk masa depan generasi penerus,” kata Gubernur Koster dalam keterangan Pemprov Bali di Denpasar, Jumat.
Saat menghadiri puncak penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026, Koster memandang semangat ENSIA sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai salah satu fondasi utama.
Sesuai dengan visi pembangunan Bali yang berbasis kearifan lokal yang berinti pada penciptaan lingkungan bersih serta kehidupan sehat bagi seluruh makhluk hidup.
Prinsip pembangunan ramah lingkungan tersebut turut diperkuat dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang mengamanatkan aspek keberlanjutan dalam setiap pembangunan.
Gubernur Koster mengungkapkan komitmen Pemprov Bali antara lain diwujudkan melalui kebijakan penggunaan energi bersih dari hulu hingga hilir yang diatur dalam peraturan daerah dan peraturan gubernur.
Salah satu program prioritas yang dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah didorong sejak 2019 sebagai bagian dari transformasi menuju penggunaan energi bersih.
Pengembangan PLTS di Bali, lanjutnya, mendapat dukungan pemerintah pusat dengan target memperoleh pasokan listrik sebesar 1.000 megawatt (MW) dari bagian program nasional berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).
Langkah ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sekaligus memperkuat ekosistem pendukung pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelas.
Selain energi bersih, Pemprov Bali juga memperkuat penanganan sampah, berbagai upaya yang dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dinilai telah menunjukkan perkembangan positif.
“Khusus untuk kawasan Denpasar dan Badung, tingkat pemilahan sampah telah mencapai 80 hingga 90 persen, hal ini berdampak pada beban TPA Suwung yang makin menurun,” ujar Koster.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026.
Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan, termasuk memperkuat tanggung jawab pelaku usaha terhadap sampah yang dihasilkan, seperti produk makanan berkemasan plastik yang berkontribusi cukup besar terhadap timbulan sampah.
Direktur Utama PT Sucofindo Sandry Pasambuna menjelaskan ENSIA sendiri merupakan ajang penghargaan hasil kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengapresiasi pelaku usaha dan local hero atas inovasi nyata di bidang lingkungan dan sosial demi mendorong inovasi berkelanjutan yang selaras dengan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.
Antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan dengan diterimanya 954 makalah inovasi dari 253 perusahaan serta seleksi terhadap 48 calon local hero inspiratif.
Pada ENSIA 2026, penghargaan Best of the Best Participant diraih oleh PT Smelting, empat peserta terbaik lainnya yaitu PT PLN Nusantara Power UP Rembang, PT TIMAH Tbk Divisi Pengolahan dan Peleburan Kundur, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, serta PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, di mana penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat.
Acara puncak penganugerahan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.