Bagikan:
JAKARTA - Korea Selatan menyiapkan dana abadi negara baru untuk investasi jangka panjang di industri mutakhir dan strategis. Dana itu akan diluncurkan tahun depan dengan anggaran sedikitnya 20 triliun won atau sekitar 14 miliar dolar AS. Dengan asumsi kurs sekitar Rp12,5 per won, dana 20 triliun won itu setara sekitar Rp250 triliun.
Yonhap dikutip Jumat, 31 Juli, melaporkan, Kementerian Keuangan dan Ekonomi Korea Selatan menyebut dana tersebut akan dibentuk lewat rekening baru di bawah Korea Investment Corp. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan jaringan investasi global perusahaan milik negara tersebut.
Dana abadi negara adalah dana milik negara yang dikelola untuk investasi. Hasilnya biasanya dipakai kembali untuk kepentingan negara, bukan untuk belanja jangka pendek.
Dana baru ini akan berfokus pada investasi jangka panjang tanpa jatuh tempo.
Sumber dananya berasal dari beberapa pintu. Lembaga keuangan milik negara, termasuk Korea Development Bank, Export-Import Bank of Korea, dan Industrial Bank of Korea, akan menyuntikkan 16 triliun won.
Selain itu, saham senilai sekitar 4 triliun won yang diterima sebagai pembayaran pajak warisan dan hibah juga akan dimasukkan ke dana tersebut.
Dana itu akan berinvestasi dengan tiga prinsip, yakni profitabilitas, stabilitas, dan kepentingan publik.
“Meski periode investasinya panjang, dana ini bertujuan berinvestasi di industri strategis yang memiliki efek limpahan besar dan berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan negara,” kata Kementerian Keuangan Korea Selatan.
BACA JUGA:
Hasil investasi dari dana tersebut hanya akan digunakan untuk reinvestasi, dividen pemerintah, dan transfer ke kas negara.
Pemerintah Korea Selatan menargetkan rancangan undang-undang terkait dana abadi ini disahkan Majelis Nasional pada tahun ini.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+