Kopi Asal Kabupaten Bandung Barat Tembus Ekspor ke Eropa Senilai US$250 Ribu

August 2026 · 3 minute read

Warta Ekonomi, Bandung -

Kopi asal Jawa Barat mulai memperluas jejaknya di pasar global. Java Halu Coffee dari Kabupaten Bandung Barat berhasil menembus pasar Eropa dengan mengirimkan 26 ton kopi senilai US$250 ribu kepada buyer Falcon Coffees

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan ekspor tersebut membuktikan kemampuan UMKM Jawa Barat dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Java Halu merupakan contoh bahwa UMKM Jawa Barat mampu naik kelas dan bersaing di pasar global. Untuk sampai di titik ini tentunya dibutuhkan proses penguatan kapasitas, kualitas, kelembagaan yang didukung oleh pemerintah daerah dan mitra strategis.

"Hari ini, seluruh proses tersebut membuahkan hasil nyata. Kopi Java Halu siap membawa nama Jawa Barat ke pasar Eropa,” kata Junanto dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Java Halu Coffee ke Eropa, Selasa (18/8/2026).

Ekspor 26 ton kopi tersebut menjadi tonggak penting bagi Java Halu dalam memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi kopi Jawa Barat dalam rantai perdagangan global.

Owner Java Halu Coffee Rani Mayasari mengatakan ekspansi ke Eropa menjadi bagian penting dari perjalanan usahanya dalam memperluas pasar.

“Ekspor ini bukan sekadar mengirimkan kopi, tetapi juga membawa hasil kerja dan semangat petani Jawa Barat ke pasar global,” ujar Rani.

Rani menyebut capaian tersebut mendapat dukungan dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, serta fasilitasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) melalui berbagai kegiatan promosi dan pameran di dalam maupun luar negeri.

Adapun, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai ekspor Java Halu menunjukkan daya saing produk unggulan daerah yang semakin kuat.

“26 ton kopi yang dikirim ke Eropa bukan sekadar komoditas, tetapi membawa kerja keras petani dan identitas Jawa Barat ke pasar dunia. Java Halu membuktikan bahwa dengan kualitas, pendampingan, dan akses pasar yang kuat, UMKM Jawa Barat mampu naik kelas dan bersaing secara global,” ujar Erwan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, mengatakan ekspor memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan devisa, serta membuka lapangan kerja.

“Keberhasilan Java Halu menembus pasar Eropa menunjukkan bahwa ekspor merupakan hasil kerja bersama. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis target ekspor semester II dapat tercapai,” kata Fajarini.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, juga melihat ekspor tersebut sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi daerah, khususnya bagi petani dan pelaku usaha kopi.

Baca Juga: Industri Tekstil RI Mulai Bangkit, Ekspor Tembus US$4,85 Miliar dan Serap 3,8 Juta Tenaga Kerja

Baca Juga: Anehnya Penelitian Roy Suryo dan Dokter Tifa Soal Ijazah Jokowi, Hakim Tinggi: Hanya Fotokopi Kok...

“Kami bangga produk kopi dari Bandung Barat dapat menjangkau pasar Eropa. Capaian ini diharapkan memberikan manfaat yang semakin luas bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai usaha kopi,” ujarnya.

Sementara itu, Bank Indonesia Jawa Barat mencatat keberhasilan Java Halu tidak terjadi secara instan. Bank Indonesia menjalankan pendampingan secara bertahap melalui penguatan kapasitas usaha, promosi, perluasan jejaring pasar, hingga dukungan peralatan pengolahan.

Pendampingan tersebut mencakup fasilitasi promosi melalui World of Coffee Jakarta 2025, business matching dengan Asian Coffee Australia, serta proses kurasi menuju World of Coffee San Diego dan Bangkok 2026.

Rangkaian program tersebut membantu Java Halu memperluas jaringan pembeli, meningkatkan kapasitas produksi, dan menjaga kualitas kopi agar mampu memenuhi standar pasar internasional.

Bank Indonesia Jawa Barat akan melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, dan mitra strategis untuk mendorong semakin banyak UMKM berorientasi ekspor.

Junanto berharap keberhasilan Java Halu dapat menjadi pemicu bagi produk unggulan Jawa Barat lainnya untuk memasuki pasar global.

“Diharapkan semakin banyak produk unggulan UMKM Jawa Barat yang dikenal luas dan mampu berdaya saing sehingga menjadi salah satu kekuatan ekspor UMKM Indonesia,” tutup Junanto.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.