Kontribusi Asuransi Syariah Tumbuh 18,1% pada Mei 2026, Ini Pendorongnya

July 2026 · 2 minute read

ILUSTRASI. Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak (KONTAN/Ivanka Rahmana)

Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi industri asuransi syariah kembali menguat 18,10% pada Mei 2026 menjadi Rp 9,1 triliun, sedangkan bulan April 2026 tercatat senilai Rp 7,35 triliun.

Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak menilai pemulihan ini didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan dan membaiknya aktivitas ekonomi.

Di samping itu, perusahaan-perusahaan asuransi syariah juga terus memperkuat kanal distribusi, perluasan kanal digital, dan menjaga kualitas layanan sehingga mendorong kembali akuisisi peserta baru.

Baca Juga: Kontribusi Asuransi Syariah Anjlok 44,7% YoY pada Januari 2026, Ada Peluang Perbaikan

"Zurich Syariah melihat kenaikan kontribusi pada Mei 2026 dipengaruhi oleh kombinasi antara perbaikan aktivitas bisnis dan peningkatan kesadaran masyarakat akan perlindungan," ujarnya kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).

Selain itu, momentum haji juga ikut menjadi faktor perbaikan kinerja seiring dengan meningkatnya kebutuhan perlindungan terkait perjalanan ibadah dan aktivitas ekonomi yang mendukung ekosistem haji.

Di sisi lain, ia mencermati kalau permintaan dasar terhadap produk asuransi syariah juga tetap terjaga sehingga kenaikan kontribusi bukan semata bersifat musiman.

Sejalan dengan itu, Zurich Syariah juga ikut mencatat kinerja positif pada bulan Mei 2026. Kontribusi perusahaan tercatat meningkat 17% year on year (YoY) dengan nilai Rp300 miliar.

Baca Juga: OJK Catat Kontribusi Industri Asuransi Syariah Naik 18,10% pada Mei 2026

Tren ini terus berlanjut hingga semester I-2026 dengan kenaikan kontribusi bruto sebesar 20% YoY menjadi Rp370 miliar.

Ke depannya, ia melihat peluang pertumbuhan asuransi syariah masih terbuka hingga penghujung tahun ini seiring masih rendahnya penetrasi asuransi syariah dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi.

Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan akan terus memperkuat kerja sama distribusi, meningkatkan layanan kepada nasabah, serta mendorong berbagai upaya literasi asuransi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag