Konser Ed Sheeran usai Depak Macklemore Akan Dijaga Ketat Polisi

September 2026 · 2 minute read

CNN Indonesia

Jumat, 18 Sep 2026 19:00 WIB

FILE PHOTO: Ed Sheeran performs during the iHeartRadio Jingle Ball concert at Madison Square Garden, in New York City, U.S., December 12, 2025. REUTERS/Kylie Cooper/File Photo
Konser perdana Ed Sheeran usai depak Macklemore yang bela Palestina dikabarkan dapat pengawalan ketat polisi. (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNN Indonesia --

Konser Ed Sheeran akhir pekan ini dikabarkan bakal dapat pengawalan ketat aparat. Kepolisian Kota Philadelphia menyiagakan personel dalam jumlah besar untuk mengamankan konser di Lincoln Financial Field, Sabtu (19/9) itu.

Keputusan itu diambil menyusul gelombang protes atas pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian Loop Tour imbas menyuarakan dukungan kepada Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru Bicara Kepolisian Philadelphia, Jasmine Reilly, mengonfirmasi pihaknya terus berkoordinasi dengan tim manajemen Sheeran guna memastikan seluruh langkah pengamanan berjalan maksimal.

International Business Times pada Jumat (18/9) memberitakan penjagaan ekstra ketat diterapkan di area dalam maupun luar stadion, termasuk pemeriksaan detektor logam hingga pat-down bagi para penonton yang hadir.

Langkah pengamanan ketat diambil merespons rencana aksi demonstrasi dari aliansi massa, seperti Philly Palestine Coalition dan Shut Down D&Z, yang dijadwalkan menggelar unjuk rasa di sekitar NRG Station, tak jauh dari lokasi konser.

Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan kembali isu Palestina setelah pencoretan Macklemore memicu kontroversi luas.

[Gambas:Video CNN]

Pihak kepolisian menegaskan hingga kini belum menemukan ancaman keamanan langsung yang ditujukan kepada pelantun Shape of You tersebut.

Namun penjagaan diperketat dirasa perlu lantaran konser di Philadelphia ini menjadi penampilan perdana Sheeran tanpa Macklemore.

Konser itu juga tetap berlangsung setelah menghadapi gelombang pengunduran diri massal dari musisi pembuka lainnya, seperti Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga band pengiring Beoga.

Pencoretan Macklemore oleh promotor Messina Touring Group sebelumnya memicu gelombang kritik dari publik hingga eskalasi di lapangan .

Langkah pencoretan itu makin terdesak setelah pemilik Stadion Gillette di Massachusetts, miliarder Robert Kraft, secara terbuka mengancam akan membatalkan konser Sheeran jika Macklemore tetap dibiarkan tampil di venue miliknya.

Kraft bergeming bahwa keputusannya melarang Macklemore didasari atas rekam jejak retorika yang dinilainya melukai komunitas Yahudi.

Tekanan masif dari pemilik venue seperti Kraft diakui Sheeran menjadi pemicu utama promotor mengeliminasi Macklemore dari daftar penampil.

Ed Sheeran sendiri menegaskan dirinya tidak terlibat langsung dalam keputusan pemecatan tersebut dan berupaya menjaga panggung musiknya tetap menjadi ruang netral.

Sementara itu, Macklemore menyatakan tak menyesali penampilannya dan menganggap pesan kemanusiaan untuk Palestina jauh lebih berharga ketimbang panggung tur.

(chri)