Konjungsi Penerangan: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

July 2026 · 4 minute read

Jakarta -

Dalam Bahasa Indonesia, ada unsur-unsur yang harus memiliki kepaduan dalam kesatuan pada sebuah wacana. Kepaduan tersebut bisa tercipta dengan adanya konjungsi. Konjungsi merupakan unsur penting dalam menyusun sebuah wacana.

Menurut Yeni Maulina dari Balai Bahasa Riau Kemdikdasmen dalam publikasinya yang berjudul Penggunaan Konjungsi dalam Wacana Pembelajaran Literasi, konjungsi merupakan kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antarkata, antarfrasa, antarklausa, maupun antarkalimat.

Keberadaan konjungsi dalam sebuah wacana dapat meluaskan satuan dalam konstruksi kalimat, baik yang setataran maupun tidak. Adanya konjungsi menjadikan hubungan antarkalimat mampu membentuk kalimat yang padu dan logis sehingga ide yang  disampaikan menjadi mudah dipahami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dikutip dari laman Ruang Murid Kemendikdasmen, konjungsi merupakan kaidah kebahasaan. Kaidah kebahasaan adalah aturan tentang penggunaan kata atau kalimat yang terdapat pada sebuah teks. Pada dasarnya bentuk kata dan kalimat pada setiap jenis teks berfungsi untuk menandakan perbedaan ciri suatu teks atau cerita.

Dalam artikel kali ini, akan dibahas tentang konjungsi penerang. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga contohnya. Untuk memahaminya, simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu konjungsi penerang?

Konjungsi penerang adalah konjungsi yang menerangkan atau menjelaskan kata atau kelompok kata yang dikatakan sebelumnya. Kata-kata yang umum digunakan dalam jenis konjungsi ini meliputi bahwa, yakni, yaitu, adalah, dan ialah.

Ciri-ciri konjungsi penerang adalah berada dalam satu kalimat, berkaitan dengan subjek, objek, pelengkap, hingga keterangan, menjelaskan dan menerangkan maksud dari suatu peristiwa. 

Jenis-jenis konjungsi penerang

Dikutip dari detikcom, konjungsi penerang secara konseptual dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis konjungsi penerang:

Contoh kalimat konjungsi penerang

Berikut beberapa contoh kalimat konjungsi penerang agar lebih mudah dipahami:

1. Contoh kalimat dengan konjungsi penerang “yakni”

Contoh kalimat dengan konjungsi penerang "yakni" adalah sebagai berikut:

2. Contoh kalimat dengan konjungsi penerang “yaitu”

Contoh kalimat dengan konjungsi penerang "yaitu" adalah sebagai berikut:

3. Contoh kalimat dengan konjungsi aditif

Contoh kalimat dengan konjungsi aditif adalah sebagai berikut:

4. Contoh kalimat dengan konjungsi disjungtif

Contoh kalimat dengan konjungsi disjungtif adalah sebagai berikut:

5. Contoh kalimat dengan konjungsi pertentangan

Contoh kalimat dengan konjungsi pertentangan adalah sebagai berikut:

6. Contoh kalimat dengan konjungsi final (tujuan)

Contoh kalimat dengan konjungsi final atau konjungsi tujuan adalah sebagai berikut:

7. Contoh kalimat dengan konjungsi waktu

Contoh kalimat dengan konjungsi waktu atau konjungsi temporal adalah sebagai berikut:

8. Contoh kalimat dengan konjungsi sebab

Contoh kalimat dengan konjungsi sebab adalah sebagai berikut:

9. Contoh kalimat dengan konjungsi perbandingan

Contoh kalimat dengan konjungsi perbandingan adalah sebagai berikut:

Itulah contoh-contoh kalimat penerangan yang bisa dipelajari Si Kecil di rumah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)