Komisi V minta mitigasi air bersih harus dilakukan tanpa tunggu krisis

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mendesak Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempercepat langkah mitigasi menghadapi ancaman El Nino dan kemarau panjang yang berpotensi memperburuk persoalan air bersih tanpa menunggu krisis

Ia mengatakan keharusan mitigasi itu tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih. Menurut dia, salah satu daerah yang mulai mengalami persoalan air bersih adalah Makassar, Sulawesi Selatan.

"Seminggu ini, terdapat lonjakan tajam keluhan yang meluas di Makassar. Mulai dari demonstrasi, komplain di sejumlah media massa dan media sosial," kata Andi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut ia, pemerintah perlu bekerja sejak dini dengan menggunakan data dan proyeksi iklim sebagai dasar pengambilan langkah di lapangan.

Komisi V DPR juga sudah meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata di Kabupaten Gowa. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pelayanan dan kesiapan infrastruktur penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Kondisi masalah air bersih itu, kata dia, harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Terlebih, ancaman El Nino dan kemarau panjang dapat memberi tekanan lebih besar terhadap ketersediaan sumber air baku apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Karena itu, ia meminta BMKG tidak berhenti pada penyampaian prakiraan dan peringatan iklim. Informasi tersebut, menurut dia, perlu diterjemahkan Kementerian PU dan pemerintah daerah menjadi skema mitigasi yang dapat langsung dijalankan.

Menurut dia, persoalan air bersih harus ditangani secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum perlu memastikan ketersediaan dan pengelolaan sumber air baku, sementara Direktorat Jenderal Cipta Karya perlu memastikan sistem penyediaan dan pelayanan air kepada masyarakat berjalan optimal.

"SPAM Regional Mamminasata juga dinilai perlu terus dievaluasi sehingga kapasitas infrastruktur yang telah dibangun benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat Makassar, Gowa, Maros, Takalar, serta daerah yang masuk dalam cakupan pelayanan," katanya.

Ia juga mengingatkan mitigasi tidak boleh baru dilakukan ketika masyarakat telah mengalami kesulitan mendapatkan air.

Peringatan mengenai potensi El Nino dan kemarau panjang semestinya menjadi dasar untuk mempersiapkan sumber air, infrastruktur pendukung hingga skema kedaruratan jauh sebelum krisis meluas.

"Kita mendorong perhatian terhadap kebutuhan dasar tersebut diterjemahkan melalui pengawasan dan langkah konkret bersama kementerian teknis, khususnya untuk memastikan warga tetap mendapatkan pasokan air di tengah risiko perubahan iklim," katanya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.