Kodim Rejang Lebong bangun 8 sumur bor bantu atasi krisis air bersih - ANTARA News Bengkulu

July 2026 · 2 minute read

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu membangun delapan unit sumur bor untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih.

Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada saat dihubungi di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan pembangunan fasilitas air bersih tersebut tersebar di lima lokasi di Kabupaten Kepahiang dan tiga lokasi di Kabupaten Rejang Lebong.

"Pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih," kata Agung.

Dia menjelaskan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program ini, TNI berupaya menghadirkan solusi konkret atas kendala yang dialami warga, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian prajurit TNI yang tidak hanya berfokus pada tugas pertahanan dan keamanan negara, melainkan juga aktif terjun dalam program sosial yang memberi manfaat langsung bagi publik.

"Kami berharap masyarakat dapat merawat fasilitas ini dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan. Rasa memiliki menjadi kunci agar sarana ini tetap berfungsi optimal," ujarnya.

Sementara itu, Kosim (45), warga Desa Karang Baru, mengapresiasi langkah Kodim 0409/Rejang Lebong yang telah membangun sumur bor di wilayahnya. Ia mengaku selama ini warga kerap kesulitan mendapatkan suplai air bersih, terutama saat memasuki musim kemarau.

"Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Selama ini kami kesulitan mendapatkan air bersih, kalaupun ada harus mengambil ke tempat yang jaraknya cukup jauh," kata Kosim.

Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.