KKP targetkan modernisasi 950 kapal ikan pada 2027

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan modernisasi 950 kapal ikan pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat armada perikanan tangkap nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengatakan modernisasi kapal ikan menjadi salah satu dari enam program kerja prioritas nasional KKP pada 2027.

"KKP mendapat penugasan direktif presiden untuk mewujudkan sasaran pembangunan dan kedaulatan pangan melalui enam program prioritas nasional," ujar Trenggono.

Target modernisasi tersebut merupakan bagian dari rencana KKP untuk memodernisasi 4.582 kapal hingga 2029.

Modernisasi kapal disebut diperlukan untuk mengatasi sejumlah persoalan yang masih dihadapi nelayan, antara lain armada yang berusia tua, keterbatasan teknologi, tingginya biaya operasional, serta mutu hasil tangkapan yang belum konsisten.

Modernisasi juga dinilai diperlukan untuk meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional.

Baca juga: Menteri KKP sebut KNMP dapat tingkatkan kualitas dan produksi nelayan

Selain modernisasi kapal, enam program prioritas KKP pada 2027 mencakup pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 1.000 lokasi, serta revitalisasi tambak budi daya ikan di Pantai Utara Jawa sekitar 5.500 hektare.

Kemudian, program juga mencakup modeling dan replikasi tambak udang terintegrasi sekitar 2.000 hektare, budi daya ikan darat tematik di 10.000 lokasi, serta pembangunan pergaraman nasional sekitar 2.000 hektare.

KKP mendapat pagu anggaran 2027 sebesar Rp16,65 triliun untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Dari total pagu tersebut, sebesar Rp13,73 triliun atau 82,45 persen dialokasikan untuk program kerja prioritas nasional, program yang mendukung implementasi ekonomi biru, serta tugas, fungsi, dan pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari sebelumnya mengatakan pemerintah menyiapkan investasi sekitar Rp125,5 triliun untuk pembangunan kapal ikan modern.

Kapal yang akan dimodernisasi mencakup kapal dengan ukuran 10 hingga 2.500 gross ton (GT) dan akan digunakan untuk berbagai jenis alat penangkapan ikan, antara lain pukat cincin, gillnet, handline, rawai, pole and line, jaring hela, liftnet, dan bubu. Program tersebut juga mencakup kapal pengangkut, kapal pengolahan, serta kapal pendukung operasi.

Baca juga: Menteri Trenggono: Target bangun 1.269 KNMP 2026 masih dapat dikejar

Baca juga: FAO dorong pengembangan akuakultur untuk nelayan kecil Indonesia

Baca juga: Menteri KKP segera ubah pelabuhan perikanan agar tidak kumuh

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.