REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penguatan kinerja dan tata kelola terus ditunjukkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sejak bersama Danantara.Perubahan positif ini tidak hanya terlihat dari sisi kelembagaan, juga dari semakin luasnya manfaat yang dapat dihadirkan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro.
Hingga kini, PNM telah melayani 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia, menjadikannya sebagai lembaga pemberdayaan dan pembiayaan perempuan prasejahtera terbesar di dunia.
Bersama Danantara, tata kelola perusahaan semakin diperkuat, termasuk dalam penyusunan laporan keuangan yang menjadi lebih baik, lebih akuntabel, dan mencerminkan kondisi perusahaan secara lebih tepat.
Penguatan ini menjadi fondasi penting agar setiap langkah bisnis PNM berjalan lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan tujuan utamanya menghadirkan akses, pendampingan, dan kesempatan bertumbuh bagi masyarakat prasejahtera.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, kualitas layanan juga terus dijaga agar semakin tepat sasaran, terukur, dan mampu mendukung keberlanjutan usaha nasabah.
Hal ini menjadi bagian dari banyak hal baik yang membuat PNM semakin memiliki ruang untuk menebar manfaat lebih luas, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pendampingan kelompok, hingga membangun kepercayaan diri perempuan prasejahtera agar dapat terus bertumbuh bersama keluarganya.
Direktur Utama PNM, Kindaris menyatakan, dukungan dan peran Danantara menjadi bagian penting dalam memperkuat ikhtiar PNM menghadirkan pemberdayaan yang lebih berdampak.
“Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, juga soal semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya,’’ katanya dalam keterangan Rabu (19/8/2026).
Bersama Danantara, imbuh dia, PNM ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat.