Khofifah optimistis pasar murah perkuat daya beli masyarakat - ANTARA News Jawa Timur

July 2026 · 2 minute read

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan optimistis bahwa intervensi pasar yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pasar murah di wilayah setempat mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

"Kita terus keliling melakukan penjangkauan dan memaksimalkan penguatan daya beli masyarakat melalui pasar murah," ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Pemrov Jatim menggelar pasar murah ke-84 di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, sebagai bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, serta memperkuat daya beli masyarakat.

Berbagai komoditas pokok dijual dengan harga subsidi, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp13.000 per liter.

Kemudian, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per kilogram.

Khofifah menjelaskan, harga daging ayam di Pamekasan saat ini berkisar Rp39.000-Rp40.000 per kilogram, dan dalam pasar murah tersebut, disediakan produk serupa dengan harga Rp32.000 per kilogram.

Selain itu, harga MinyaKita di pasar Rp16.000 per liter, dan di pasar murah dijual Rp13.000 per liter, sementara gula yang harga rata-ratanya mencapai Rp17.500 per kg, dijual Rp14.000 per kg.

"Jadi pada dasarnya pasar murah sifatnya meluaskan penjangkauan kepada masyarakat," katanya.

Selain menjadi instrumen pengendalian inflasi, pasar murah juga dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk UMKM lokal dipasarkan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

Khofifah menjelaskan setiap pelaksanaan pasar murah juga menjadi momentum bagi Pemprov Jawa Timur melakukan kurasi terhadap produk UMKM. Produk yang memenuhi standar kualitas akan mendapatkan pendampingan lanjutan hingga berkesempatan mengikuti misi dagang di tingkat nasional maupun internasional.

"Tampak sederhana tapi ini adalah proses bagaimana kita saling melihat produk-produk UKM di setiap titik Pasar Murah sambil melakukan kurasi," katanya.

Khofifah berharap pasar murah yang digelar secara berkelanjutan di berbagai kabupaten dan kota dapat memberikan manfaat ganda, yakni menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.