Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengingatkan seluruh pihak tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi bahasa yang merendahkan martabat manusia.
"Kita tidak selayaknya membiarkan perbedaan politik merusak persahabatan, memecah keluarga, atau menanamkan kebencian di antara sesama anak bangsa," kata Muzani saat menyampaikan pidato pengantar pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Maka dari itu, ia mengajak semua pihak untuk membangun budaya politik yang lebih beradab serta berciri keras dalam gagasan tapi santun dalam penyampaian, teguh dalam pendirian tapi terbuka terhadap musyawarah, dan berani mengkritik tapi tidak kehilangan penghormatan kepada sesama.
Muzani menyampaikan Indonesia telah memilih jalan demokrasi dalam mengelola aspirasi dan pandangan yang berbeda.
Kini, sambung dia, teknologi digital telah memperluas ruang demokrasi, di mana setiap warga dapat menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, dan terlibat dalam perdebatan publik.
"Namun, teknologi yang sama juga dapat menyebarkan kebencian, fitnah, manipulasi, dan kabar bohong dalam kecepatan yang belum pernah kita alami sebelumnya," katanya.
Ia mengatakan bahwa masyarakat boleh berbeda pandangan, tetapi perbedaan itu hendaknya disampaikan dengan budi dan bahasa yang baik.
Lebih dari satu setengah abad yang lalu, dia bercerita pujangga besar Melayu dari Pulau Penyengat, yakni Raja Ali Haji, menulis dalam Gurindam Dua Belas "Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa".
Dengan demikian, kata Muzani, demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena masyarakat semakin keras mencela.
"Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab, jika kemerdekaan bicara disampaikan dengan argumentasi, dan jika perbedaan tidak dijadikan alasan penghinaan," tutur Ketua MPR.
Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.
Kegiatan tersebut salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah.
Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.